Jumat, 21 Februari 2020

Penjelasan Tentang Al-Malhamah Kubro


Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam Bersabda;
 
إِنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ رِيحًا مِنْ الْيَمَنِ أَلْيَنَ مِنْ الْحَرِيرِ فَلَا تَدَعُ أَحَدًا فِي قَلْبِهِ قَالَ أَبُو عَلْقَمَةَ مِثْقَالُ حَبَّةٍ و قَالَ عَبْدُ الْعَزِيزِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيمَانٍ إِلَّا قَبَضَتْهُ
”Sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta’aala akan mengutus suatu angin yang lebih lembut dari sutera dari arah Yaman. Maka tidak seorangpun (karena angin tersebut) yang akan disisakan dari orang-orang yang masih ada iman walau seberat biji dzarrah kecuali akan dicabut ruhnya.”    (HR Muslim 1098)
Ummat Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang bakal mengalami dahsyatnya hari Kiamat hanyalah mereka yang tidak beriman. Mereka akan tampil menjadi kumpulan orang yang paling jahat saat kehancuran total dunia berlangsung.

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا عَلَى شِرَارِ النَّاسِ
Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: 
“ Kiamat tidak akan berlangsung kecuali menimpa atas orang-orang yang paling jahat. ”  (HR Muslim 5243)
Abad 21 telah menjadi puncak peradaban manusia dengan ditemukannya berbagai bentuk teknologi modern. Dimulai dari revolusi industri hingga lahirnya era komputer, maka seluruh kepentingan manusia dapat terpenuhi dengan mudah. Hanya dengan menekan tombol berwarna, maka yang sempit bisa menjadi luas, yang jauh bisa menjadi dekat, yang gelap bisa menjadi terang, yang dingin bisa menjadi hangat dan seterusnya.
Abad 21 juga telah menjadi zaman keemasan industri seluruh manusia, abad global yang membuat seluruh penduduk dunia bagai sebuah desa kecil. Melalui jaringan kabel dan gelombang elektromagnetik, setiap orang bisa dengan mudah mengakses apapun informasi dan semua kebutuhannya. Benar-benar sebuah era yang sangat memanjakan sekaligus membuat banyak manusia menjadi sangat ketergantungan.
Namun demikian, tahukah anda bahwa kelak seluruh teknologi modern itu hanya akan menjadi kenangan?
Tahukah anda bahwa kita akan kembali ke abad kegelapan yang hidup tanpa penerangan?
Tahukah anda bahwa kita akan kembali ke zaman ‘pra sejarah’ yang seluruh kebutuhan manusia harus dipenuhi secara manual, jauh dari kesan modern apalagi berteknologi mutakhir?
Tahukah Anda bahwa ketika sumber energi fosil ‘habis’, maka pabrik-pabrik industri akan berhenti beroprasi dan roda ekonomi kapitalis yang ditopang oleh mesin-mesin berteknologi canggih itu akan berhenti berputar?
Tahukah Anda bahwa uang kertas yang saat ini kita pakai kelak akan menjadi mainan anak-anak dan hanya akan benilai layaknya tumpukan koran?
Tahukah Anda bahwa peperangan di akhir zaman akan kembali ke zaman unta, zaman kuda, yang hanya menggunakan pedang dan tombak, bukan dengan pesawat tempur, kapal tanker, rudal balastik apalagi senjata nuklir? Tahukah Anda bahwa Einstein sendiri telah membuat pernyataan bahwa perang akhir zaman akan menggunakan kayu dan batu?
Dan, tahukah Anda bahwa semua itu telah diisyaratkan dalam banyak nubuwat dari Rasulullah saw ? Percayakah Anda bahwa nubuwat-nubuwat ‘mengerikan’ itu sebentar lagi akan menjadi kenyataan?
Sebuah kajian ilmiah berdasar dalil-dalil syar’i dan fakta-fakta lapangan, dalam hal ini mencoba menjelaskan seluruh prediksi menakjubkan di atas dengan detil. Mendebarkan, mengerikan, dan mengejutkan!!!
Enam Peristiwa Penting Sebelum Kiamat 
عن عَوْف بْن مَالِكٍ قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - فِى غَزْوَةِ تَبُوكَ، وَهْوَ فِى قُبَّةٍ مِنْ أَدَمٍ فَقَالَ: «اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَىِ السَّاعَةِ، مَوْتِي، ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ، ثُمَّ مُوتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ، ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِينَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا، ثُمَّ فِتْنَةٌ لاَ يَبْقَى بَيْتٌ مِنَ الْعَرَبِ إِلاَّ دَخَلَتْهُ، ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِى الأَصْفَرِ فَيَغْدِرُونَ، فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَةً، تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا». وفي رواية: عمران بيت المقدس، وفي رواية: وفِتنةٌ تكُونُ بَيْنكُم لاَ يبقَى بَيْتُ مُسلِمٍ إلاَّ دَخَلَتْهُ. أخرجه البخاري (3/1159، رقم 3005)، وابن ماجه (2/1341، رقم 4042)، وأحمد (6/22، رقم 24017)، وابن أبى شيبة (7/480، رقم 37382) والطبراني (18/42، رقم 72)، والحاكم (4/465، رقم 8295) وصححه، وغيرهم.
Dari 'Auf bin Malik RA berkata: "Aku pernah menemui Nabi SAW ketika terjadi perang Tabuk dan baginda sedang berada di dalam sebuah khemah yang terbuat dari kulit. Lalu baginda bersabda: "Hitunglah enam perkara yang akan terjadi menjelang hari Kiamat; iaitu kematianku, kemudian pembebasan Baitul Maqdis (dalam riwayat lain: pemakmuran Baitul Maqdis), kemudian kematian yang menyerang kamu sekalian bagaikan penyakit yang menyerang kambing sehingga mati tiba-tiba, kemudian melimpahnya harta benda sehingga ada lelaki yang diberi seratus dinar namun ia masih marah (merasa kurang), kemudian timbulnya fitnah sehingga tidak ada satupun rumah orang Arab (dalam riwayat lain: rumah orang Islam) melainkan ia akan memasukinya, kemudian perjanjian yang akan berlaku antara kamu sekalian dan bangsa kulit kuning (Bani al-Asfar iaitu Rom), lalu mereka akan mengkhianati perjanjian tersebut dan mereka akan datang menghadapi kalian di bawah lapan puluh (80) panji-panji perang, di bawah setiap panji pula terdiri dari dua belas ribu (12,000) tentera". (HR al-Bukhari 2940, Ibn Majah, Ahmad, Ibn Abi Syaybah, al-Tabarani, al-Hakim dan lain-lain)
Berdasarkan fakta sejarah, tentera Islam berjaya menakluk Baitul Maqdis pada tahun 638M (16H) semasa zaman Khalifah ‘Umar bin al-Khattab RA.[1] Namun pada tahun 1099M, tentera Salib berjaya merampas Baitul Maqdis dari tangan umat Islam sehinggalah muncul Salahuddin al-Ayyubi yang berjaya menewaskan mereka dan menawan semula Baitul Maqdis pada tahun 1187M (583H).[2] Berdasarkan realiti semasa pula, Baitul Maqdis kini tidak lagi dikuasai umat Islam dan berada di bawah kekuasaan tentera Israel. Mereka mengawalnya secara ketat dan umat Islam tidak mempunyai kebebasan mutlak terhadapnya. Maka, hadis di atas dan hadis sebelumnya membuktikan pembebasan atau pemakmuran Baitul Maqdis itu akan berlaku apabila menjelang hampirnya hari Kiamat.

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « عُمْرَانُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ خَرَابُ يَثْرِبَ، وَخَرَابُ يَثْرِبَ خُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ، وَخُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ فَتْحُ قُسْطَنْطِينِيَّةَ، وَفَتْحُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ خُرُوجُ الدَّجَّالِ ». أخرجه أبو داود (4/110، رقم 4294)، وابن أبي شيبة (7/491، رقم 37477)، وأحمد (5/245، رقم 22174)، والطبراني (20/108، رقم 214).
Dari Muaz ibn Jabal r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: "Pemakmuran Baitul Maqdis merupakan tanda kehancuran Yathrib, kehancuran Yathrib merupakan tanda permulaan al-malhamah, permulaan al-malhamah merupakan tanda pembebasan Kostantinopel, pembebasan Kostantinopel merupakan tanda kemunculan Dajjal". (HR. Abu Dawud dan lain-lain). Yathrib ialah al-Madinah al-Munawwarah.
Perjanjian Damai Antara Islam dan Kristian

عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ: انْطَلِقْ بِنَا إِلَى ذِي مِخْبَرٍ - رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم - فَأَتَيْنَاهُ فَسَأَلَهُ جُبَيْرٌ عَنِ الْهُدْنَةِ فَقَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ: « سَتُصَالِحُونَ الرُّومَ صُلْحًا آمِنًا، فَتَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا مِنْ وَرَائِكُمْ، فَتُنْصَرُونَ وَتَغْنَمُونَ وَتَسْلَمُونَ، ثُمَّ تَرْجِعُونَ حَتَّى تَنْزِلُوا بِمَرْجٍ ذِى تُلُولٍ، فَيَرْفَعُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ النَّصْرَانِيَّةِ الصَّلِيبَ، فَيَقُولُ: غَلَبَ الصَّلِيبُ! فَيَغْضَبُ رَجُلٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ فَيَدُقُّهُ، فَعِنْدَ ذَلِكَ تَغْدِرُ الرُّومُ وَتَجْمَعُ لِلْمَلْحَمَةِ ». وفي رواية: فَيَقُومُ إِلَيْهِ رَجُلٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ فَيَقْتُلُهُ، فَعِنْدَ ذَلِكَ تَغْدِرُ الرُّومُ وَتَكُونُ الْمَلَاحِمُ، فَيَجْتَمِعُونَ إِلَيْكُمْ، فَيَأْتُونَكُمْ فِي ثَمَانِينَ غَايَةً، مَعَ كُلِّ غَايَةٍ عَشْرَةُ آلَافٍ. أخرجه أبو داود (4/109، رقم 4292)، وابن ماجه (2/1369، رقم 4089)، وأحمد (4/91، رقم 16872)، وابن حبان (15/102، رقم 6709)، والطبراني (4/235، رقم 4230)، والحاكم (4/467، رقم 8298) وقال: صحيح الإسناد.
Dari Jubair bin Nufair katanya: Kami pernah pergi untuk menemui Dhi Mikhbar - seorang sahabat Nabi SAW - hinggalah kami menemuinya. Lalu Jubair pun bertanya tentang perjanjian. Maka katanya: Aku dengar Rasulullah SAW bersabda: “Kalian akan mengadakan satu perjanjian perdamaian dengan bangsa Rom. Lalu kalian akan berkerjasama dengan mereka melawan suatu musuh yang datang dari belakang kalian. Maka kalian akan diberi kemenangan dan selamat, kemudian kalian akan pulang sehinggalah berhenti pada suatu padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Tiba-tiba, ada seorang lelaki daripada kaum Nasrani (Kristian) mengangkat salibnya seraya berkata; “Salib telah menang!”. Maka berasa marahlah seorang lelaki dari kalangan kaum muslimin, lalu ia pun menumbuknya. Disebabkan itu, bangsa Rom pun berkhianat dan berhimpun untuk peperangan”. Dalam riwayat lain: “Maka seorang lelaki dari kalangan kaum muslimin pun menuju kepadanya, lalu membunuhnya. Disebabkan itu, bangsa Rom pun berkhianat sehingga terjadilah peperangan-peperangan, di mana mereka akan bersatu menghadapi kalian dan datang di bawah 80 panji-panji dan bersama-sama setiap satu panji terdapat 10,000 tentera”. (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan lain-lain).
Dalam hadist di atas disebutkan bahwa perjanjian perdamaian dengan Rum itu terjadi pada kali ke empat ditangan keluarga atau keturunan Hiraqlu (Hiraklius) yang merupakan kaisar Byzantin masa lalu yang berpusat di Konstantinopel. atau di sebut dengan Romawi timur. Maka anggapan sebahagian orang bahwa Rum adalah Romawi barat yang sekarang berpusat di Roma adalah sebuah anggapan yang keliru. Karena Islam tidak pernah mengenal Romawi barat, Romawi barat telah runtuh seratus tahun sebelum kelahiran Islam dan muncul kembali setelah serats tahun wafat Rasulullah. Sehingga Rum yang dimaksudkan dalam  al-Quran Surah Rum adalah Romawi timur yang terletak di Konstantinopel.  Setelah Rum runtuh ditaklukkan oleh muhammad al-Fatih pusat pemerintahan Rum berpindah ke Rusia. Sebagaimana dijelaskan dalam wikipedia, Setelah kota konstantinopel direbut oleh kaum muslimin maka kekaisaran Byzantine beralih ke Rusia. Peran kaisar sebagai pelindung Ortodoks timur diklaim oleh Ivan III, Adi Pati Agung Mokswa. Ia telah menikah Saudara Andreas , Shopia Paleologue. Cucunya Ivan IV akan menjadi Tsar Rusia yang pertama. Tsar adalah istilah dulu yang digunakan bangsa Slavia untuk kekaisaran Byzantine. Penerus-penerus mereka mendukung  gagasan bahwa moskwa adalah penerus kekaisaran Byzantine yang berpusat di Konstantinopel.  Gagasan Kekaisaran Rusia adalah sebagai kekaisaran Rum itu  tetap hidup hiingga meletusnya revolusi Rusia tahun 1917 M. Setelah runtuhnya Uni soviet kekiasaran Rum modern dibangun kembali kembali oleh negara Rusia, sehingga presiden Rusia menggunakan gelar Vladimir yang merupakan nama pangerang Kiev yang pindah agama menjadi kristen pada masa lalu. Dalam wikipedia juga dijelaskan setelah menghadiri kebaktian di sebuah gereja di Konstantinopel, orang-orang Vladimir melapor: "Kami tidak tahu bahwa kami berada di surga atau di atas bumi, karena sudah pasti, tidak ada kemuliaan dan keindahan seperti itu di mana pun di bumi ini. Kami tidak dapat menggambarkannya bagi Anda. Yang kami tahu adalah bahwa Tuhan berada di antara mereka dan bahwa kebaktian mereka melampaui pemujaan di tempat-tempat lain. Kami tak dapat melupakan keindahan itu." Menurut cerita, karena keindahannya itulah Vladimir memilih aliran Ortodoks. Kristen Ortodoks adalah agama tetangga kerajaannya, Kekaisaran Bizantium, yang paling kuat, terkaya dan sangat berbudaya. Ketika ia ditawari Anna, saudara perempuan Basilius, kaisar Byzantin, untuk menjadi istrinya, Vladimir menerima. Ia kemudian menggabungkan kedudukannya sendiri dengan tetangganya itu.  Pada tahun 988 Vladimir dibaptis, dan setahun kemudian ia menikahi Anna.
Sehingga perang al-Malhamah kubra yang di persiapkan oleh Daulah Islam adalah peperangan antara Rusia dan kaum muslimin setelah sebelumnya berdamai dalam memerangi musuh yang sama. Musuh yang sama dalam prediksi penulis adalah Persia (Iran) karena dalam hadist dijelaskan kalian akan menaklukkan Persia sebelum menaklukkan Rum. Memang sekarang Iran adalah sekarang adalah sekutu dekat Rusia akan tetapi Rusia akan berpaling setelah Daulah Islam mengusai seluruh jazirah Arab demi mendapatkan cadangan minyak. Adapun Iran akan bersekutu dengan zionis Dajjal untuk mendapatkan bantuan kekuatan dari serangan Daulah Islam. Sehingga akan terjadi peperangan antara Daulah Islam berkerjasama dengan Rusia menyerang Iran yang bersekutu dengan zionis.  kemudian setelah Iran  ditaklukkan terjadilah al-Malhamah kubra yaitu peperangan dengan Rum akhibat pengkhianatan Rum terhadap kam muslimin.
Sekatan Ekonomi Dari Pihak Kristian

عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، قَالَ: كُنَّا عِنْدَ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ فَقَالَ: يُوشِكُ أَهْلُ الْعِرَاقِ أَنْ لَا يُجْبَى إِلَيْهِمْ قَفِيزٌ وَلَا دِرْهَمٌ، قُلْنَا: مِنْ أَيْنَ ذَاكَ؟ قَالَ: مِنْ قِبَلِ الْعَجَمِ، يَمْنَعُونَ ذَاكَ، ثُمَّ قَالَ: يُوشِكُ أَهْلُ الشَّأْمِ أَنْ لَا يُجْبَى إِلَيْهِمْ دِينَارٌ وَلَا مُدْيٌ، قُلْنَا: مِنْ أَيْنَ ذَاكَ؟ قَالَ: مِنْ قِبَلِ الرُّومِ، ثُمَّ سَكَتَ هُنَيَّةً، ثُمَّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي خَلِيفَةٌ يَحْثِي الْمَالَ حَثْيًا، لَا يَعُدُّهُ عَدَدًا» قَالَ قُلْتُ لِأَبِي نَضْرَةَ وَأَبِي الْعَلَاءِ: أَتَرَيَانِ أَنَّهُ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ فَقَالَا: لَا. أخرجه مسلم وأحمد (3/317، رقم 14446)، وابن حبان (15/75، رقم 6682)، والحاكم (4/501، رقم 8400) .
Dari Abu Nadhrah berkata: Kami berada di sisi Jabir bin Abdullah, ia berkata: Hampir sahaja penduduk Iraq tidak akan dibawa masuk kepada mereka sebarang takar makanan mahu pun sekeping dirham. Kami bertanya: Dari manakah puncanya? Beliau menjawab: Dari pihak bangsa ‘Ajam, merekalah yang menahannya. Setelah itu beliau berkata: Hampir sahaja penduduk Syam tidak akan dibawa masuk kepada mereka sekeping dinar mahu pun sebarang takar makanan. Kami bertanya: Dari manakah puncanya? Beliau menjawab: Dari pihak bangsa Rom. Kemudian beliau diam sejenak, lalu berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Akan ada di akhir umatku nanti seorang khalifah yang membahagi harta tanpa menghitungnya." Aku berkata kepada Abu Nadhrah dan Abu al-‘Ala`: Apakah kalian berpendapat dia ialah ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz? Kedua-duanya menjawab: Tidak. (HR Muslim 5189, Ahmad, Ibn Hibban dan al-Hakim)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنَعَتِ الْعِرَاقُ دِرْهَمَهَا وَقَفِيزَهَا، وَمَنَعَتِ الشَّأْمُ مُدْيَهَا وَدِينَارَهَا، وَمَنَعَتْ مِصْرُ إِرْدَبَّهَا وَدِينَارَهَا، وَعُدْتُمْ مِنْ حَيْثُ بَدَأْتُمْ، وَعُدْتُمْ مِنْ حَيْثُ بَدَأْتُمْ، وَعُدْتُمْ مِنْ حَيْثُ بَدَأْتُمْ» شَهِدَ عَلَى ذَلِكَ لَحْمُ أَبِي هُرَيْرَةَ وَدَمُهُ. أخرجه مسلم (4/2220، رقم 2896)، وأبو داود (3/166، رقم 3035) وأحمد (2/262، رقم 7555)، وغيرهم.
Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Iraq akan menahan dirham dan takaran makanannya, Syam juga akan menahan takaran makanan dan dinarnya, dan Mesir juga akan menahan takaran makanan dan dinarnya. Kamu sekalian akan kembali sepertimana kalian mula dahulu, kamu sekalian akan kembali sepertimana kalian mula dahulu, kamu sekalian akan kembali sepertimana kalian mula dahulu." Abu Hurairah berkata: “Daging dan darah Abu Hurairah bersaksi atas yang demikian ini”. (HR Muslim 5156)
Ghutah Kubu Kuat Islam

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ فُسْطَاطَ الْمُسْلِمِينَ يَوْمَ الْمَلْحَمَةِ بِالْغُوطَةِ إِلَى جَانِبِ مَدِينَةٍ يُقَالُ لَهَا دِمَشْقُ مِنْ خَيْرِ مَدَائِنِ الشَّامِ. وفي رواية: خير منازل المسلمين يومئذ.أخرجه أبو داود (4/111، رقم 4298) وأحمد (5/197، رقم 21773) والطبرانى فى الأوسط (3/296، رقم 3205)، والحاكم (4/532، رقم 8496) وقال: صحيح الإسناد.
Dari Abu Darda’ ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya pangkalan (kubu) kaum muslimin saat terjadinya peperangan besar berada di Ghutah, suatu tempat berdekatan sebuah kota yang dipanggil dengan nama Dimasyq, antara kota terbaik di daerah Syam." Dalam riwayat lain: “…sebaik-baik tempat tinggal kaum muslimin pada masa itu”. (HR Abu Daud, Ahmad, at-Tabarani dan al-Hakim)

روي عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:سَتُفْتَحُ عَلَيْكُمْ الشَّامُ، فَإِذَا خُيِّرْتُمْ الْمَنَازِلَ فِيهَا فَعَلَيْكُمْ بِمَدِينَةٍ يُقَالُ لَهَا دِمَشْقُ، فَإِنَّهَا مَعْقِلُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ الْمَلَاحِمِ، وَفُسْطَاطُهَا مِنْهَا بِأَرْضٍ يُقَالُ لَهَا الْغُوطَةُ. أخرجه أحمد (4/160، رقم 17505) قال الهيثمى (7/289): فيه أبو بكر بن أبى مريم، وهو ضعيف، ويقويه حديث أبي الدرداء.
Dari Jubair bin Nufair ia berkata, "Telah menceritakan kepada kami seorang lelaki daripada sahabat Nabi Muhammad SAW, bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Syam akan dibukakan untuk kalian, maka jika kalian diberi kebebasan untuk memilih tempat tinggal di dalamnya, maka pilihlah sebuah kota yang bernama Dimasyq. Sesungguhnya ia adalah benteng kaum muslimin dari peperangan-peperangan yang dahsyat, dan pangkalannya terletak di suatu tempat bernama al-Ghutah." (Musnad Ahmad 16825)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-: «إِذَا وَقَعَتِ الْمَلاَحِمُ بَعَثَ اللَّهُ بَعْثًا مِنَ الْمَوَالِى، هُمْ أَكْرَمُ الْعَرَبِ فَرَسًا، وَأَجْوَدُهُ سِلاَحًا، يُؤَيِّدُ اللَّهُ بِهِمُ الدِّينَ». وفي رواية: المَوَالي مِن دمشقَ. أخرجه ابن ماجه (2/1369، رقم 4090)، ونعيم بن حماد فى الفتن (2/474، رقم 1334)، والحاكم (4/591، رقم 8646) وقال: صحيح على شرط البخاري.
Dari Abu Hurairah katanya, "Rasulullah SAW bersabda: "Jika terjadi peperangan-peperangan yang besar, maka Allah akan mengutus satu kumpulan daripada para al-mawali (golongan yang berjanji taat setia, dari Dimasyq), mereka adalah orang Arab yang paling mulia kudanya dan yang paling bagus senjatanya. Dengan merekalah Allah menguatkan agama ini." (HR Ibnu Majah 4080, Nu‘aym bin Hammad dan al-Hakim)
Dalam perang yang sangat dahsyat tersebut pasukan kaum muslimin berjumlah sebanyak 210000 pasukan, sepertiga melarikan diri yaitu pulang kenegaranya masing-masing dan Allah tidak mengampunkan mereka selama-lamanya, seperti syahid dan sepertiga mendapatkan kemenangan dan menaklukkan Kostantinopel sebagaimana hadist,
Pertempuran Tentera Kristian Serta Yahudi  dan Tentera Islam
Dinyatakan bahawa al-Malhamah al-Kubra akan terjadi di A'maq atau Dabiq, nama dua buah tempat berdekatan Halab, Syria dan Antakia, Turki. Ini merupakan pertempuran terdahsyat antara tentera Islam dengan tentera Kristian, di mana mereka mengerahkan 80 pasukan tentera yang setiap satu terdiri dari 12,000 tentera.Bermakna mereka mempunyai kekuatan seramai 960,000 orang perajurit.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: " لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَنْزِلَ الرُّومُ بِالْأَعْمَاقِ أَوْ بِدَابِقٍ، فَيَخْرُجُ إِلَيْهِمْ جَيْشٌ مِنَ الْمَدِينَةِ، مِنْ خِيَارِ أَهْلِ الْأَرْضِ يَوْمَئِذٍ، فَإِذَا تَصَافُّوا، قَالَتِ الرُّومُ: خَلُّوا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الَّذِينَ سَبَوْا مِنَّا نُقَاتِلْهُمْ، فَيَقُولُ الْمُسْلِمُونَ: لَا، وَاللهِ لَا نُخَلِّي بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا، فَيُقَاتِلُونَهُمْ، فَيَنْهَزِمُ ثُلُثٌ لَا يَتُوبُ اللهُ عَلَيْهِمْ أَبَدًا، وَيُقْتَلُ ثُلُثُهُمْ، أَفْضَلُ الشُّهَدَاءِ عِنْدَ اللهِ، وَيَفْتَتِحُ الثُّلُثُ، لَا يُفْتَنُونَ أَبَدًا فَيَفْتَتِحُونَ قُسْطَنْطِينِيَّةَ، فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْغَنَائِمَ، قَدْ عَلَّقُوا سُيُوفَهُمْ بِالزَّيْتُونِ، إِذْ صَاحَ فِيهِمِ الشَّيْطَانُ: إِنَّ الْمَسِيحَ قَدْ خَلَفَكُمْ فِي أَهْلِيكُمْ، فَيَخْرُجُونَ، وَذَلِكَ بَاطِلٌ، فَإِذَا جَاءُوا الشَّأْمَ خَرَجَ، فَبَيْنَمَا هُمْ يُعِدُّونَ لِلْقِتَالِ، يُسَوُّونَ الصُّفُوفَ، إِذْ أُقِيمَتِ الصَّلَاةُ، فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَمَّهُمْ، فَإِذَا رَآهُ عَدُوُّ اللهِ، ذَابَ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ، فَلَوْ تَرَكَهُ لَانْذَابَ حَتَّى يَهْلِكَ، وَلَكِنْ يَقْتُلُهُ اللهُ بِيَدِهِ، فَيُرِيهِمْ دَمَهُ فِي حَرْبَتِهِ ". أخرجه مسلم (4/2221، رقم 2897) والحاكم (4/529، رقم 8486) وقال: صحيح على شرط مسلم.
Dari Abu Hurairah RA bahawa Rasulullah SAW bersabda: "Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga kaum Rom turun di kota Amaq (lembah Antioch, Selatan Turki) dan di Dabiq (dekat Aleppo, Syria). Kemudian datanglah suatu pasukan yang menghadang mereka dari Madinah (pusat pemerintahan khalifah), yang berasal dari penduduk pilihan bumi. Dan ketika mereka sudah berbaris-baris, maka berkatalah orang Rom, Biarkanlah (jangan kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari kami (yang masuk Islam) untuk kami perangi. Maka kaum Muslimin berkata, Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi saudara-saudara kami.". Mereka kemudian akan berperang dan satu pertiga pasukan melarikan diri,  Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan mengampuninya. Satu pertiga dari mereka akan menerima syahid yang terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dan satu pertiga lagi menerima kemenangan dan menakluk Constantinopel. Dan ketika mereka  membagikan harta rampasan perang dan kemudian menggantung pedang mereka pada pohon-pohon zaitun, tiba-tiba setan berteriak: sesunguhnya Dajjal telah menggantikan kalian di antara keluarga kalian. Lalu mereka keluar padahal itu adalah bathil. Dan ketika mereka kembali ke Syam, keluarlah Dajjal dan ketika mereka sedang bersiap-siap untuk berperang dengan mengatur barisan tiba-tiba di iqamati shalat, lalu turn Isa putra Maryam. (Hadis Riwayat Muslim)
Di dalam hadist yang lain di jelaskan bahwa sepertiga yang mendapatkan kemengangan adalah 70.000 pasukan Bani Ishaq yang menaklukkan konstantinopel tanpa peperangan dan memerangi zionis Dajjal bersama Nabi Isa as. Maka perang al-Malhamah kubra adalah perang dengan Rusia setelah Rusia di taklukkan kemudian ditaklukkan Konstantatinopel (Turki). Setelah Turki di taklukkan baru kemudian terjadi peperangan yang paling dahsyat yaitu peperangan zionis Dajjal yang tergabung dalam pasukan besar Uni Eropa dan Amerika dan pusat peperangannya terjadi di Palestin. Peperangan tersebut dalam rangka membebaskan Palestin dari jajahan zionis Internasional sebagaimana hadist,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُود (مسلم
 
 Dari Abi Hurairah Rosululloh Sholallohu 'Alaihi Wasallam Bersabda; “Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, lalu kaum Muslimin akan membunuh mereka sampai-sampai setiap orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, tetapi batu dan pohon itu berkata, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.’ Kecuali (pohon) gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.” (HR. Muslim)
Peperangan ini akan terjadi pada masa kemunculan Imam al-Mahdi yang berlaku secara sengit sehingga mengambil masa yang agak panjang dan mengorbankan begitu banyak jiwa.

عن أبي هريرة قال: قال رسول الله  - صلى الله عليه وسلم - : تجيشُ الرُّوم على والٍ من عِترَتي، اسمُهُ يواطىء اسمِي، فيقبلون بمكانٍ يقالُ له العماق، فيقتتلون، فيقتلُ منَ المسلمين الثُّلُث أو نحو ذلك، ثم يقتتلون يوماً آخر، فيقتل منَ المسلمين نحو ذلك، ثُم يقتتلُون اليوم الثالِث، فيكُون على الرُّوم، فلا يزالونَ حتى يفتحوا القُسْطَنطينية، فبينما هُم يقتسمونَ فيها بالأترسةِ، إذ أتاهُمْ صارخٌ أن الدَّجَّال قد خلفكُم في ذراريكُمْ.(رواه الخطيب في المتفق والمفترق بسند حسن)
Dari Abu Hurairah RA bahawa Rasulullah SAW bersabda: “Bangsa Rom akan bersiap untuk memerangi seorang pemerintah dari kalangan keturunanku, yang namanya sama dengan namaku. Lalu mereka bertembung di suatu tempat yang dinamakan ‘Ammaq. Maka mereka pun berperang hingga terbunuh dari kalangan kaum muslimin sebanyak sepertiga atau seumpama jumlah itu. Kemudian mereka berperang lagi pada hari yang lain, hingga terbunuh dari kalangan kaum muslimin sebanyak jumlah tadi.Kemudian mereka berperang lagi pada hari yang ketiga hingga dapat mengatasi Rom. Mereka terus berjuang sehingga mereka berjaya menakluki Kostantinopel. Maka ketika mereka membahagi-bahagikan rampasan di sana dengan perisai, tiba-tiba datang seseorang yang menyeru: ‘Sesungguhnya Dajjal telah muncul dalam kalangan keluarga kalian’.” (HR Al Khotib)‎
عَنْ يُسَيْرِ بْنِ جَابِرٍ، قَالَ: هَاجَتْ رِيحٌ حَمْرَاءُ بِالْكُوفَةِ، فَجَاءَ رَجُلٌ لَيْسَ لَهُ هِجِّيرَى إِلَّا: يَا عَبْدَ اللهِ بْنَ مَسْعُودٍ جَاءَتِ السَّاعَةُ، قَالَ: فَقَعَدَ وَكَانَ مُتَّكِئًا، فَقَالَ: إِنَّ السَّاعَةَ لَا تَقُومُ، حَتَّى لَا يُقْسَمَ مِيرَاثٌ، وَلَا يُفْرَحَ بِغَنِيمَةٍ، ثُمَّ قَالَ بِيَدِهِ هَكَذَا - وَنَحَّاهَا نَحْوَ الشَّأْمِ - فَقَالَ: عَدُوٌّ يَجْمَعُونَ لِأَهْلِ الْإِسْلَامِ، وَيَجْمَعُ لَهُمْ أَهْلُ الْإِسْلَامِ،قُلْتُ: الرُّومَ تَعْنِي؟ قَالَ: نَعَمْ، وَتَكُونُ عِنْدَ ذَاكُمُ الْقِتَالِ رَدَّةٌ شَدِيدَةٌ، فَيَشْتَرِطُ الْمُسْلِمُونَ شُرْطَةً لِلْمَوْتِ لَا تَرْجِعُ إِلَّا غَالِبَةً، فَيَقْتَتِلُونَ حَتَّى يَحْجُزَ بَيْنَهُمُ اللَّيْلُ، فَيَفِيءُ هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ، كُلٌّ غَيْرُ غَالِبٍ، وَتَفْنَى الشُّرْطَةُ، ثُمَّ يَشْتَرِطُ الْمُسْلِمُونَ شُرْطَةً لِلْمَوْتِ، لَا تَرْجِعُ إِلَّا غَالِبَةً، فَيَقْتَتِلُونَ حَتَّى يَحْجُزَ بَيْنَهُمُ اللَّيْلُ، فَيَفِيءُ هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ، كُلٌّ غَيْرُ غَالِبٍ، وَتَفْنَى الشُّرْطَةُ، ثُمَّ يَشْتَرِطُ الْمُسْلِمُونَ شُرْطَةً لِلْمَوْتِ، لَا تَرْجِعُ إِلَّا غَالِبَةً، فَيَقْتَتِلُونَ حَتَّى يُمْسُوا، فَيَفِيءُ هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ، كُلٌّ غَيْرُ غَالِبٍ، وَتَفْنَى الشُّرْطَةُ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ الرَّابِعِ، نَهَدَ إِلَيْهِمْ بَقِيَّةُ أَهْلِ الْإِسْلَامِ، فَيَجْعَلُ اللهُ الدَّبْرَةَ عَلَيْهِمْ، فَيَقْتُلُونَ مَقْتَلَةً - إِمَّا قَالَ: لَا يُرَى مِثْلُهَا، وَإِمَّا قَالَ: لَمْ يُرَ مِثْلُهَا - حَتَّى إِنَّ الطَّائِرَ لَيَمُرُّ بِجَنَبَاتِهِمْ، فَمَا يُخَلِّفُهُمْ حَتَّى يَخِرَّ مَيْتًا، فَيَتَعَادُّ بَنُو الْأَبِ، كَانُوا مِائَةً، فَلَا يَجِدُونَهُ بَقِيَ مِنْهُمْ إِلَّا الرَّجُلُ الْوَاحِدُ، فَبِأَيِّ غَنِيمَةٍ يُفْرَحُ؟ أَوْ أَيُّ مِيرَاثٍ يُقَاسَمُ، فَبَيْنَمَا هُمْ كَذَلِكَ إِذْ سَمِعُوا بِبَأْسٍ، هُوَ أَكْبَرُ مِنْ ذَلِكَ، فَجَاءَهُمُ الصَّرِيخُ، إِنَّ الدَّجَّالَ قَدْ خَلَفَهُمْ فِي ذَرَارِيِّهِمْ، فَيَرْفُضُونَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ، وَيُقْبِلُونَ، فَيَبْعَثُونَ عَشَرَةَ فَوَارِسَ طَلِيعَةً، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنِّي لَأَعْرِفُ أَسْمَاءَهُمْ وَأَسْمَاءَ آبَائِهِمْ، وَأَلْوَانَ خُيُولِهِمْ، هُمْ خَيْرُ فَوَارِسَ عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ يَوْمَئِذٍ - أَوْ مِنْ خَيْرِ فَوَارِسَ عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ يَوْمَئِذٍ -».أخرجه مسلم (4/2223، رقم 2899) وأحمد (1/384، رقم 3643)، وغيرهما.
Dari Yusair bin Jabir berkata: Pernah angin merah bertiup begitu kencang di Kufah, lalu datang seorang lelaki yang tidak memiliki kebiasaan lain selain berkata: “Wahai ‘Abdullah bin Mas'ud, kiamat telah tiba!” Yusair bercerita: Ibnu Mas'ud terus segera duduk sedang sebelumnya beliau hanya bersandar, lalu berkata: “Sesungguhnya kiamat tidak akan terjadi sehingga harta warisan tidak lagi dibahagi-bahagi dan harta rampasan tidak lagi menggembirakan”. Setelah itu, beliau berisyarat dengan tangannya seperti demikian, iaitu menunjukkannya ke arah Syam, lalu berkata: “Ada satu musuh yang akan berkumpul untuk menghadapi kaum muslimin dan kaum muslimin juga berkumpul untuk menghadapi mereka”. Aku bertanya: “Rom yang tuan maksudkan?” Beliau menjawab: “Ya, dan akan terjadi saat peperangan itu serang balas yang amat sengit sekali. Maka, kaum muslimin pun menyusun sekelompok pasukan berani mati yang tidak boleh kembali kecuali dalam keadaan menang. Mereka pun berperang sehinggalah tiba waktu malam menghalang mereka, lalu masing-masing pun kembali berlindung dan kedua-dua pihak tiada yang menang, sedang sekelompok pasukan tadi pula habis tewas. Kemudian, kaum muslimin menyusun lagi sekelompok pasukan berani mati yang tidak boleh kembali kecuali dalam keadaan menang. Mereka pun berperang lagi sehinggalah waktu malam menghalang mereka, lalu masing-masing pun kembali lagi berlindung dan kedua-dua pihak masih lagi tiada yang menang, sedang sekelompok pasukan tadi pula habis tewas. Kemudian, kaum muslimin menyusun lagi sekelompok pasukan berani mati yang tidak boleh kembali kecuali dalam keadaan menang. Mereka pun berperang lagi sehingga tiba waktu malam, lalu masing-masing pun kembali lagi berlindung dan kedua-dua pihak juga masih tiada yang menang, sedang sekelompok pasukan tadi pula habis tewas. Maka apabila tiba hari keempat, baki kaum muslimin yang masih ada telah bangkit menentang mereka, lalu Allah pun menjadikan kekalahan buat mereka. Mereka telah membunuh musuh dengan jumlah kematian yang tidak akan lagi dapat dilihat seumpamanya - atau pun perawi berkata: …yang belum pernah lagi dilihat seumpamanya - hinggakan jika ada burung yang terbang melintasi penjuru-penjuru mayat mereka sahaja tidak akan melepasi mereka melainkan ia pasti akan jatuh tersungkur mati. Maka, ada kabilah yang menghitung ahli mereka (yang berperang) yang mulanya berjumlah seratus orang, namun mereka tidak menemui orang yang masih hidup daripada mereka kecuali hanya satu orang sahaja. Justeru, dengan harta rampasan yang mana yang akan membuat rasa gembira atau harta pusaka yang mana yang akan dapat dibahagi-bahagi? Sementara mereka di saat seperti itu, tiba-tiba mereka mendengar pula satu ancaman yang lebih besar dari itu. Lalu datang kepada mereka orang yang menyeru bahawa Dajjal telah pun muncul di kalangan keluarga mereka. Lantas mereka pun segera membuang apa yang ada di tangan mereka dan terus pulang. Setelah itu, mereka mengutus sepuluh orang pahlawan berkuda ke baris hadapan”. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya aku mengetahui nama-nama mereka, nama-nama bapa mereka dan warna kuda-kuda mereka. Mereka adalah pahlawan yang terbaik di atas muka bumi pada masa itu - atau: …antara pahlawan yang terbaik di atas muka bumi pada masa itu -." (HR Muslim, Ahmad dll)
Dalam hadis di atas dan hadis-hadis sebelumnya digambarkan beberapa peralatan perang klasik seperti kuda, pedang dan tombak. Berdasarkan zahir hadis, tidak mustahil ianya memang berbentuk hakiki dan bukannya majazi. Jika ia secara hakiki, maka tidak mustahil jika akan terjadi pada masa itu kekurangan berbagai sumber penting, kehabisan tenaga asas dan kegagalan fungsi berbagai sistem teknologi. Allah SWT yang memberinya kepada kita, maka Dia juga berkuasa untuk menariknya semula.
عن نَهِيك بن صُرَيْم قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لتُقاتِلنَّ المشركينَ حتَّى تُقاتلَ بقيتُكم على نهرِ الأُردن الدَّجَّالَ أنتُم شرقيُّهُ وهُمْ غربيُّهُ.قال: ولا أعلم أين الأردن يومئذٍ منَ الأرضِ. أخرجه الطبراني كما في مجمع الزوائد للهيثمي (7/349) وقال: رواه الطبراني والبزار، ورجال البزار ثقات. وأورده الحافظ فى الإصابة (6/476) وعزاه للطبراني وابن منده. وفي لفظ الطبراني في الأوسط: لا تزالون تقاتلون الكفار..إلخ.
Dari Nahik bin Suraim katanya: Sabda Rasulullah SAW: “Kamu akan berperang dengan kaum musyrikin sehinggalah baki kamu yang masih tinggal akan memerangi Dajjal di atas sungai Jordan, kamu di sisi timurnya dan mereka di sisi baratnya.” Kata Nahik: Dan aku tidak tahu pun di mana letaknya bumi Jordan pada waktu itu. (HR at-Tabarani. Kata al-Haythami dalam Majma‘ az-Zawa’id: Ia riwayat at-Tabarani dan al-Bazzar, dan para perawi al-Bazzar adalah thiqah)
Pembukaan Konstantinople
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « عُمْرَانُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ خَرَابُ يَثْرِبَ، وَخَرَابُ يَثْرِبَ خُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ، وَخُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ فَتْحُ قُسْطَنْطِينِيَّةَ، وَفَتْحُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ خُرُوجُ الدَّجَّالِ ». أخرجه أبو داود (4/110، رقم 4294)، وابن أبي شيبة (7/491، رقم 37477)، وأحمد (5/245، رقم 22174)، والطبراني (20/108، رقم 214).
Dari Muaz ibn Jabal r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: "Pemakmuran Baitul Maqdis merupakan tanda kehancuran Yathrib, kehancuran Yathrib merupakan tanda permulaan al-malhamah, permulaan al-malhamah merupakan tanda pembebasan Kostantinopel, pembebasan Kostantinopel merupakan tanda kemunculan Dajjal". (HR. Abu Dawud dan lain-lain)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «سَمِعْتُمْ بِمَدِينَةٍ جَانِبٌ مِنْهَا فِي الْبَرِّ وَجَانِبٌ مِنْهَا فِي الْبَحْرِ؟»قَالُوا: نَعَمْ، يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ: " لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَغْزُوَهَا سَبْعُونَ أَلْفًا مِنْ بَنِي إِسْحَاقَ، فَإِذَا جَاءُوهَا نَزَلُوا، فَلَمْ يُقَاتِلُوا بِسِلَاحٍ وَلَمْ يَرْمُوا بِسَهْمٍ، قَالُوا: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ أَحَدُ جَانِبَيْهَا - قَالَ ثَوْرٌ: لَا أَعْلَمُهُ إِلَّا قَالَ - الَّذِي فِي الْبَحْرِ، ثُمَّ يَقُولُوا الثَّانِيَةَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ جَانِبُهَا الْآخَرُ، ثُمَّ يَقُولُوا الثَّالِثَةَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيُفَرَّجُ لَهُمْ، فَيَدْخُلُوهَا فَيَغْنَمُوا، فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْمَغَانِمَ، إِذْ جَاءَهُمُ الصَّرِيخُ، فَقَالَ: إِنَّ الدَّجَّالَ قَدْ خَرَجَ، فَيَتْرُكُونَ كُلَّ شَيْءٍ وَيَرْجِعُونَ ". أخرجه مسلم (4/2238، رقم 2920) . والحاكم (4/523، رقم : 8469) وقال: يقال: إن هذه المدينة هي القسطنطينية، قد صحت الرواية أن فتحها مع قيام الساعة.اهـ
Dari Abu Hurairah RA bahawasanya Nabi SAW bersabda: “Pernahkah kalian mendengar suatu kota yang terletak sebahagiannya di darat dan sebahagiannya di laut?” Para sahabat menjawab: “Ya, wahai Rasulullah”. Rasulullah meneruskan: “Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga ia diserang oleh 70,000 orang daripada Bani Ishaq (iaitu kumpulan bangsa Rom yang Islam). Ketika mereka telah sampai di sana, mereka pun memasukinya. Namun, mereka tidak bertempur dengan sebarang senjata pun dan tidak juga melepaskan satu anak panah. Mereka hanya mengucapkan: La ilaha illallah, wallahu akbar. Lalu, jatuhlah salah satu bahagian kota itu - berkata Thaur, perawi hadis ini: Saya tidak tahu kecuali sabda baginda: - iaitu bahagian yang berada di laut. Kemudian mereka berkata lagi kali kedua: La ilaha illallah, wallahu akbar. Maka, jatuhlah pula bahagian yang lain (bahagian yang berada di darat). Kemudian mereka berkata lagi kali ketiga: La ilaha illallah,wallahu akbar. Maka, terbukalah kota itu buat mereka. Lalu mereka pun memasukinya dan mendapatkan harta rampasan perang. Ketika mereka sedang membahagi-bahagikan harta rampasan tersebut, tiba-tiba datanglah kepada mereka seorang yang menyeru berkata, ‘Sesungguhnya Dajjal telah pun keluar’. Lantas mereka pun meninggalkan segala-galanya dan segera kembali’.” (HR. Muslim, no: 7517 dan al-Hakim)
Ulama berselisih pandangan tentang pernyataan pasukan tentera ‘daripada Bani Ishaq’ di atas. Jika riwayat tersebut benar, maka ia bermaksud kumpulan bangsa Rom yang telah memeluk Islam sebagaimana pandangan Imam Ibn Kathir. Ini sesuai dengan zahir hadis kerana bangsa Rom adalah daripada Bani Ishaq. Manakala sebahagian ulama berpandangan, kemungkinan perawi tersilap kerana lafaz yang sepatutnya ialah Bani Isma‘il yang merujuk kepada bangsa Arab dan mereka bukan Bani Ishaq. Ini dikuatkan lagi dengan riwayat-riwayat yang menunjukkan kebangkitan bangsa Arab pada masa itu. Antara kedua-dua pandangan ini tidak dapat dipastikan mana yang lebih tepat. Wallahu a‘lam.
* Boleh jadi juga mereka adalah ahli kitab yang memeluk Islam selepas turunnya Nabi ‘Isa AS seperti yang dinyatakan dalam al-Quran:

 وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا 
"Dan tidak ada seorang pun dari kalangan ahli Kitab melainkan ia akan beriman kepada Nabi Isa sebelum matinya dan pada hari kiamat kelak Nabi Isa akan menjadi saksi terhadap mereka." (an-Nisa’: 159)‎
Kemungkinan timbul persoalan, apakah yang dimaksudkan ialah pembukaan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad al-Fatih yang telah menguburkan Empayar Byzantine pada tahun 1453M (857H)? Berdasarkan hadis-hadis dalam isu ini menunjukkan pembukaan Konstantinopel merupakan salah satu tanda hampirnya hari kiamat. Menurut as-Sayyid Muhammad Rasul al-Barzanji (w. 1103H) dalam kitabnya al-Isya‘ah li Asyrat al-Sa‘ah, Konstantinopel yang dimaksudkan bukan Konstantinople yang ditakluk itu kerana ia sudah menjadi negara Islam, tetapi maksudnya ialah Konstantinopel Besar (Qustantiniyyah al-Kubra). as-Sayyid Muhammad Rasul al-Barzanji memetik daripada pengarang kitab ‎‘Iqd al-Durar bahawa Konstantinopel Besar bersambung dengan negara-negara ‎Rumiyyah (Rome) dan Andalus (Spain). ‎Rumiyyah ialah ibu negara-negara bangsa Rom dan orang yang memerintahnya dipanggil al-Bab (Pope), iaitu pemerintah tertinggi bagi agama Nasrani (Kristian) sepertimana kedudukan khalifah bagi kaum muslimin.[4] Gambaran ini pada masa sekarang boleh jadi merujuk kepada Vatican City, iaitu pusat utama bagi agama Kristian sedunia dekat Rome, Itali.
Penaklukan Konstantinopel ini termasuk antara penaklukan yang unik, kerana negeri itu berhasil dikuasai oleh kaum muslimin tanpa senjata, melainkan dengan tahlil dan takbir sebagaimana dijelaskan dalam hadis. Menurut Dr. Syaraf al-Qudhah pula, maksud pembukaan Konstantinopel ini ialah pembukaan Konstantinopel kali yang kedua di mana akan gugurnya sistem sekular di negara tersebut (yakni di Turki). Maka, sebab itu ia berjaya ditakluk tanpa sebarang senjata, tetapi dengan tahlil dan takbir kerana penduduknya memang sudah pun Islam.[5]
Kedua-dua pandangan ini mungkin dapat disatukan di mana akan berlaku kedua-dua pembukaan sekaligus, iaitu pembukaan Konstantinopel kali kedua (Istanbul) dan pembukaan Konstantinopel Besar (Rome). Wallahu a‘lam. Buktinya terdapat hadis-hadis yang menggambarkan kedua-dua pembukaan tersebut iaitu:
عن عَبْد اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ حَوْلَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَكْتُبُ، إِذْ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْمَدِينَتَيْنِ تُفْتَحُ أَوَّلًا: قُسْطَنْطِينِيَّةُ أَوْ رُومِيَّةُ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَدِينَةُ هِرَقْلَ تُفْتَحُ أَوَّلًا» يَعْنِي قُسْطَنْطِينِيَّةَ. أخرجه أحمد (6645) والدارمي (503) والحاكم (8662) وقال: صحيح على شرط الشيخين، ووافقه الذهبي.
Dari ‘Abdullah bin 'Amr r.a. berkata: 'Sewaktu kami berada di sekeliling Rasullullah SAW kami menulis (hadis-hadis) tiba-tiba Rasulullah SAW ditanya: Manakah antara dua kota yang pertama sekali akan ditaklukkan, Konstantinopel atau Rumiyyah (Rome)?’ Lalu Nabi SAW menjawab: “Kota Hiraql (Heraclius) yang akan dibuka terlebih dahulu", iaitu Konstantinopel. (HR Ahmad, al-Darimi 486 dan al-Hakim) 

روي عن عمرو بن عوف مرفوعاً قال: لاَ تقُومُ السَّاعةُ حتَّى يفتح اللهُ عزَّ وجلَّ على المؤمنينَ القُسْطنطينية والرُّومية بالتَّسبيحِ والتَّكبيرِ. رواه الديلمي في مسند الفردوس بسند ضعيف.
Dari ‘Amru bin ‘Auf secara marfu‘ sabda baginda SAW: “Kiamat tidak akan terjadi sehinggalah Allah ‘azza wajalla membukakan ke atas orang mukminin kota Kostantinopel dan Rumiyyah (Rome) dengan tasbih dan takbir”. (HR al-Dailami)
Terdapat hadis yang menentukan tempoh antara al-Malhamah al-Kubra, pembebasan Kostantinopel dan kemunculan Dajjal iaitu;
عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-: « الْمَلْحَمَةُ الْكُبْرَى وَفَتْحُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ وَخُرُوجُ الدَّجَّالِ فِى سَبْعَةِ أَشْهُرٍ ». أخرجه أبو داود (4/110، رقم 4295)، والترمذي (4/509، رقم 2238) وقال: حسن غريب، وابن ماجه (2/1370، رقم 4092)، وأحمد (5/234، رقم 22098)، والحاكم (4/473، رقم 8313)، والطبراني (20/91، رقم 173).
Dari Muaz ibn Jabal r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: "Al-Malhamah al-Kubra, pembebasan Kostantinopel dan kemunculan Dajjal adalah dalam tempoh 7 bulan". (HR. Abu Dawud, al-Tirmizi, Ibn Majah, Ahmad dan lain-lain)
Namun, dalam riwayat lain disebut:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ: « بَيْنَ الْمَلْحَمَةِ وَفَتْحِ الْمَدِينَةِ سِتُّ سِنِينَ وَيَخْرُجُ الْمَسِيحُ الدَّجَّالُ فِى السَّابِعَةِ ». أخرجه أبو داود (4/110، رقم 4296)، وابن ماجه (2/1370، رقم 4093)، وأحمد (4/189، رقم 17727)، والبزار (8/431، رقم 3505) وغيرهم، وسنده حسن.
Dari ‘Abdullah ibn Busr r.a.: bahawa Rasulullah s.a.w bersabda: "Antara al-Malhamah dan pembebasan kota itu adalah dalam tempoh 6 tahun dan al-Masih Dajjal akan muncul pada tahun yang ketujuh". (HR. Abu Dawud, Ibn Majah, Ahmad, al-Bazzar dan lain-lain)
Kemungkinan akan berlaku banyak al-malhamah, bermula dengan al-malhamah yang pertama hingga al-malhamah yang terakhir, sebab itu ia juga disebut secara jamak ‘al-malahim’. Maka, hadis ‘Abdullah ibn Busr r.a. ini dapat ditafsirkan bahawa jarak antara al-malhamah yang pertama dengan pembebasan Konstantinopel itu adalah dalam tempoh 6 tahun. Manakala antara al-malhamah yang terakhir yang merupakan al-Malhamah al-Kubra, pembebasan Kostantinopel dan kemunculan Dajjal adalah dalam tempoh 7 bulan, iaitu hingga masuk tahun yang ketujuh.
Saat Kehancuran Pihak Kristian dan Yahudi ‎

عَنْ الْمُسْتَوْرِد قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « أَشَدُّ النَّاسِ عَلَيْكُمُ الرُّومُ وَإِنَّمَا هَلَكَتُهُمْ مَعَ السَّاعَةِ ». أخرجه أحمد (4/230، رقم 18052). قال الهيثمي (6/212): فيه ابن لهيعة، وفيه ضعف وحديثه حسن، وبقية رجاله رجال الصحيح.اهـ، وحسَّنه السيوطي في الجامع الصغير.
Dari al-Mustaurid r.a: katanya: Aku dengar Rasulullah s.a.w bersabda: "Manusia yang paling keras ke atas kamu sekalian ialah bangsa Rom. Akan tetapi kehancuran mereka adalah bersama hari kiamat". (HR. Ahmad)
عن أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا، فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ، وَيَفِيضَ الْمَالُ حَتَّى لَا يَقْبَلَهُ أَحَدٌ. متفق عليه
Dari Abu Hurairah RA dari Rasulullah SAW bersabda: "Tidak akan terjadi kiamat sehingga turun kepada kamu sekalian Isa bin Maryam sebagai hakim yang adil. Maka, dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, mengenakan jizyah dan harta akan melimpah ruah sehingga tidak ada seorang pun yang mahu menerimanya". (HR al-Bukhari dan Muslim)
Keterangan Nabi Isa AS akan menghancurkan salib dan mengenakan jizyah itu memberi isyarat berakhirnya pengaruh kuasa Kristian pada masa itu. Orang-orang Kristian yang tidak mahu memeluk Islam akan dikenakan jizyah ke atas mereka setelah sekian lama kewajipan tersebut tergendala.
Jaminan Kemenangan Untuk Tentera Islam
عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ، عَنْ نَافِعِ بْنِ عُتْبَةَ، قَالَ: كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فِي غَزْوَةٍ، قَالَ: فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَوْمٌ مِنْ قِبَلِ الْمَغْرِبِ، عَلَيْهِمْ ثِيَابُ الصُّوفِ، فَوَافَقُوهُ عِنْدَ أَكَمَةٍ، فَإِنَّهُمْ لَقِيَامٌ وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَاعِدٌ، قَالَ: فَقَالَتْ لِي نَفْسِي: ائْتِهِمْ فَقُمْ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَهُ لَا يَغْتَالُونَهُ، قَالَ: ثُمَّ قُلْتُ: لَعَلَّهُ نَجِيٌّ مَعَهُمْ، فَأَتَيْتُهُمْ فَقُمْتُ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَهُ، قَالَ: فَحَفِظْتُ مِنْهُ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ، أَعُدُّهُنَّ فِي يَدِي، قَالَ: «تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللهُ، ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللهُ، ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللهُ، ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللهُ»قَالَ: فَقَالَ نَافِعٌ: يَا جَابِرُ، لَا نَرَى الدَّجَّالَ يَخْرُجُ، حَتَّى تُفْتَحَ الرُّومُ. أخرجه مسلم (4/2225، رقم 2900) وأحمد (4/337، رقم 18994)، وغيرهما.
Dari Jabir bin Samurah dari Nafi' bin Utbah berkata: Kami pernah bersama Rasulullah SAW dalam suatu peperangan. Ia (Nafi') bercerita: Maka ada suatu kaum dari sebelah Maghrib datang menemui Nabi SAW dan mereka itu memakai baju bulu. Mereka menemui baginda dekat dengan sebuah bukit. Mereka berdiri sementara Rasulullah SAW duduk. Ia berkata lagi: Hatiku berkata: Datangilah mereka dan berdirilah di antara mereka dan baginda SAW agar mereka tidak mengapa-apakan baginda. Lalu aku berkata: Mungkin baginda berbicara sulit dengan mereka. Maka aku pun mendatangi mereka, lalu aku berdiri di antara mereka dan baginda. Aku menghafal empat kalimat dari baginda, aku menghitungnya dengan tanganku. Baginda bersabda: "Kamu sekalian akan memerangi semenanjung Arab lalu Allah akan menaklukkannya, setelah itu Parsi lalu Allah akan menaklukkannya, kemudian kamu sekalian akan memerangi Rom lalu Allah akan menaklukkannya, selanjutnya kalian akan memerangi Dajjal lalu Allah akan menaklukkannya juga." Kemudian Nafi' berkata: Wahai Jabir, kami tidak berpendapat Dajjal akan muncul sehinggalah Rom ditakluki. (HR Muslim 5161, Ahmad dan lain-lain)
“Hadis peperangan antara Muslim dan Yahudi di akhir zaman itu benar, dan kemenangan akan berada di tangan umat Islam. Apa syaratnya? Syaratnya ada dalam hadis itu sendiri, yaitu orang muslim menyandang predikat ‘Wahai orang muslim, wahai hamba Allah’. Sehingga, untuk memang dan memimpin, kita harus menjadi muslim dan hamba Allah, sebagaimana perintah Allah,

وَلَـكِن كُونُواْ رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ
‘Akan tetapi, (dia berkata), ‘Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.’” (QS. Ali Imran:79)
Inilah yang kita minta, yang kita harapkan, dan yang kita perjuangkan. Jadi, bukan masalah kuatnya ekonomi dan besarnya jumlah pasukan, sebab:

كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللّهِ وَاللّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Betapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.’ (QS. Al-Baqarah:249)

وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ
‘Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.‘ (QS. Al-Mudatstsir:31)

لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْئاً وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مُّدْبِرِينَ
‘Sesungguhnya, Allah telah menolong kamu (wahai orang-orang mukmin), di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) Perang Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai.’ (QS. At-Taubah:25)”‎

Minggu, 16 Februari 2020

Sejarah Sultan Muhammad Al Fatih Sang Penakhluk Konstantinopel


بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد  امابعد:
Dalam sejarah, Islam pernah menaklukkan benua Eropa. Siapa sangka salah satu dari Panglima Perang saat itu adalah seorang pemuda yang sangat saleh, berusia 21 tahun, yang bernama Sultan Muhammad Al Fatih (30 Maret 1432 – 3 Mei 1481) . Ia merupakan seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur. Mempunyai kepakaran dalam bidang ketentaraan, sains, matematika & menguasai 6 bahasa saat berumur 21 tahun.
 
Seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu' setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi(pahlawan Islam dalam perang Salib) dan SultanSaifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di 'Ain Al-Jalut melawan tentara Mongol).
“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]
عن أبي قبيل قال : كنا عند عبدالله بن عمرو بن العاص وسئل : أي المدينتين تفتح أولا القسطنطينية أو رومية ؟ فدعا عبدالله بصندوق له حلق قال : فأخرج منه كتابا قال : فقال عبدالله : بينما نحن حول رسول الله صلى الله عليه و سلم نكتب إذ سئل رسول الله صلى الله عليه و سلم : أي المدينتين تفتح أولا : أقسطنطينية أو رومية ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : مدينة هرقل تفتح أولا . يعني : قسطنطينية
Dari Abu Qubail berkata: Ketika kita sedang bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya: Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu; Konstantinopel atau Rumiyah?
Abdullah meminta kotak dengan lingkaran-lingkaran miliknya. Kemudian dia mengeluarkan kitab. Abdullah berkata: Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, beliau ditanya: Dua kota ini manakah yang dibuka lebih dulu: Konstantinopel atau Rumiyah/Roma?
Rasul menjawab, “Kota Heraklius dibuka lebih dahulu.” Yaitu: Konstantinopel.
(HR. Ahmad, ad-Darimi, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)
Hadits ini dishahihkan oleh al-Hakim. Adz-Dzahabi sepakat dengan al-Hakim. Sementara Abdul Ghani al-Maqdisi berkata: Hadits ini hasan sanadnya. Al-Albani sependapat dengan al-Hakim dan adz-Dzahabi bahwa hadits ini shahih. (Lihat al-Silsilah al-Shahihah 1/3, MS)
Ada dua kota yang disebut dalam nubuwwat nabi di hadits tersebut;
 
1. Konstantinopel
Kota yang hari ini dikenal dengan nama Istambul, Turki. Dulunya berada di bawah kekuasaan Byzantium yang beragama Kristen Ortodoks. Tahun 857 H / 1453 M, kota dengan benteng legendaris tak tertembus akhirnya runtuh di tangan Sultan Muhammad al-Fatih, sultan ke-7 Turki Utsmani.
2. Rumiyah
Dalam kitab Mu’jam al-Buldan dijelaskan bahwa Rumiyah yang dimaksud adalah ibukota Italia hari ini, yaitu Roma. Para ulama termasuk Syekh al-Albani pun menukil pendapat ini dalam kitabnya al-Silsilah al-Ahadits al-Shahihah.
Kontantinopel telah dibuka 8 abad setelah Rasulullah menjanjikan nubuwwat tersebut. Tetapi Roma, hingga hari ini belum kunjung terlihat bisa dibuka oleh muslimin. Ini menguatkan pernyataan Nabi dalam hadits di atas. Bahwa muslimin akan membuka Konstantinopel lebih dulu, baru Roma.
Itu artinya, sudah 15 abad sejak Rasul menyampaikan nubuwwatnya tentang penaklukan Roma, hingga kini belum juga Roma jatuh ke tangan muslimin.
Kekaisaran Romawi terpecah dua, Katholik Roma di Vatikan dan Yunani Orthodoks di Byzantium atau Constantinople yang kini menjadi Istanbul. Perpecahan tersebut sebagai akibat konflik gereja meskipun dunia masih tetap mengakui keduanya sebagai pusat peradaban. Constantine The Great memilih kota di selat Bosphorus tersebut sebagai ibukota, dengan alasan strategis di batas Eropa dan Asia, baik di darat sebagai salah satu Jalur Sutera maupun di laut antara Laut Tengah dengan Laut Hitam dan dianggap sebagai titik terbaik sebagai pusat kebudayaan dunia, setidaknya pada kondisi geopolitik saat itu. Constantinople yang kini menjadi Istanbul. Perpecahan tersebut sebagai akibat konflik gereja meskipun dunia masih tetap mengakui keduanya sebagai pusat peradaban. Constantine The Great memilih kota di selat Bosphorus tersebut sebagai ibukota, dengan alasan strategis di batas Eropa dan Asia, baik di darat sebagai salah satu Jalur Sutera maupun di laut antara Laut Tengah dengan Laut Hitam dan dianggap sebagai titik terbaik sebagai pusat kebudayaan dunia, setidaknya pada kondisi geopolitik saat itu.
Yang mengincar kota ini untuk dikuasai termasuk bangsa Gothik, Avars, Persia, Bulgar, Rusia, Khazar, Arab Muslim dan Pasukan Salib meskipun misi awalnya adalah menguasai Jerusalem. Arab-Muslim terdorong ingin menguasai Byzantium tidak hanya karena nilai strategisnya, tapi juga atas kepercayaan kepada ramalan Rasulullah SAW melalui riwayat Hadits di atas. Muslim dan Pasukan Salib meskipun misi awalnya adalah menguasai Jerusalem. Arab-Muslim terdorong ingin menguasai Byzantium tidak hanya karena nilai strategisnya, tapi juga atas kepercayaan kepada nubuwah Rasulullah SAW melalui riwayat Hadits di atas.
“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”[H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]
Siapakah yang dimaksud dalam nubuwah nabi tersebut???
Jika anda terkagum-kagum dengan penggambaran perang yang ketat antara Balian of Ibelin melawan Shalahudin Al-Ayyubi di film Kingdom of Heaven, maka perang antara Constantine XI Paleologus dengan Muhammad Al-Fatih jauh lebih ketat, tidak hanya dalam hitungan hari tapi berminggu-minggu. Sultan muda dari kerajaan Turki Ustmani ini berhasil menuntaskan amanat Rasul sekaligus mimpi umat Islam selama delapan abad.
Sultan Muhammad II dilahirkan pada 29 Maret 1432 Masehi di Adrianapolis (perbatasan Turki – Bulgaria). menaiki takhta ketika berusia 19 tahun dan memerintah selama 30 tahun (1451 – 1481). Beliau merupakan seorang negarawan ulung dan panglima tentera agung yang memimpin sendiri 25 peperangan. Di dalam bidang akademik pula, Beliau adalah seorang cendekiawan ulung di zamannya yang fasih bertutur dalam 7 bahasa yaitu Bahasa Arab, Latin, Yunani, Serbia, Turki, Persia dan Israil. Beliau tidak pernah meninggalkan Shalat fardhu, Shalat Sunat Rawatib dan Shalat Tahajjud sejak baligh. Beliau wafat pada 3 Mei 1481 karena sakit gout sewaktu dalam perjalanan jihad menuju pusat Imperium Romawi Barat di Roma, Italia.
Beliau menaiki takhta ketika berusia 19 tahun dan menaklukkan KONSTANTINOPEL di saat beliau berumur 21 tahun ..Allahu Akbar…. Beliau merupakan seorang negarawan ulung dan panglima tentara agung yang memimpin sendiri 25 peperangan. Seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu’ setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang Salib) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dari Dinasti Mamluk dalam peperangan di ‘Ain Al-Jalut melawan tentara Mongol)
Upaya pertama dilakukan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan pada tahun 668 M, namun gagal dan salah satu sahabat Rasulullah SAW yaitu Abu Ayyub Al-Anshari ra. gugur. Sebelumnya Abu Ayyub sempat berwasiat jika ia wafat meminta dimakamkan di titik terjauh yang bisa dicapai oleh kaum muslim karena ingin mendengarkan derap langkah kuda sebaik2 pemimpin di zamannya. Dan para sahabatnya berhasil menyelinap dan memakamkan beliau persis di sisi tembok benteng Konstantinopel di wilayah Golden Horn.
Generasi berikutnya, baik dari Bani Umayyah maupun Kekhalifahan Abbasiyah hingga zaman Turki Utsmani di masa Sultan Murad II juga gagal menaklukan Konstantinopel. Salah satu peperangan Murad II adalah melawan Vlad Dracul, seorang tokoh Crusader yang bengis dan sadis yang telah membunuh ratusan ribu muslimin (Dracula karya Bram Stoker adalah terinsipirasi dari tokoh ini). Selama 800 tahun kegagalan selalu terjadi, hingga anak Sultan Murad II yaitu Muhammad II naik tahta Turki Utsmani. Sejak Sultan Murad I, Turki Utsmani dibangun dengan kemiliteran yang canggih, salah satunya adalah dengan dibentuknya pasukan khusus yang disebut dengan Yanisari/Janissari. Dengan pasukan militernya turki Utsmani menguasai sekeliling Byzantium/Konstantinopel hingga Constantine XI merasa terancam, walaupun benteng yang melindungi -bahkan 2-3 lapis- seluruh kota sangat sulit ditembus. Constantine pun meminta bantuan ke Roma, namun konflik gereja yang terjadi tidak bisa banyak membantu.
Karakter Pemimpin Yang Ditanamkan Sejak Kecil
Muhammad al-Fatih dilahirkan pada 27 Rajab 835 H/30 Maret 1432 M di Kota Erdine, ibu kota Daulah Utsmaniyah saat itu. Ia adalah putra dari Sultan Murad II yang merupakan raja keenam Daulah Utsmaniyah.
Sultan Murad II memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan anaknya. Ia menempa buah hatinya agar kelak menjadi seorang pemimpin yang baik dan tangguh. Perhatian tersebut terlihat dari Muhammad kecil yang telah menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz, mempelajari hadis-hadis, memahami ilmu fikih, belajar matematika, ilmu falak, dan strategi perang. Selain itu, Muhammad juga mempelajari berbagai bahasa, seperti: bahasa Arab, Persia, Latin, dan Yunani. Tidak heran, pada usia 21 tahun Muhammad sangat lancar berbahasa Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin, dan Yunani, luar biasa!
Walaupun usianya baru seumur jagung, sang ayah, Sultan Murad II, mengamanati Sultan Muhammad memimpin suatu daerah dengan bimbingan para ulama. Hal itu dilakukan sang ayah agar anaknya cepat menyadari bahwa dia memiliki tanggung jawab yang besar di kemudian hari. Bimbingan para ulama diharapkan menjadi kompas yang mengarahkan pemikiran anaknya agar sejalan dengan pemahaman Islam yang benar.
Menjadi Penguasa Utsmani
Sultan Muhammad II diangkat menjadi Khalifah Utsmaniyah pada tanggal 5 Muharam 855 H bersamaan dengan 7 Febuari 1451 M. Program besar yang langsung ia canangkan ketika menjabat sebagai khalifah adalah menaklukkan Konstantinopel.
Langkah pertama yang Sultan Muhammad lakukan untuk mewujudkan cita-citanya adalah melakukan kebijakan militer dan politik luar negeri yang strategis. Ia memperbarui perjanjian dan kesepakatan yang telah terjalin dengan negara-negara tetangga dan sekutu-sekutu militernya. Pengaturan ulang perjanjian tersebut bertujuan menghilangkan pengaruh Kerajaan Bizantium Romawi di wilayah-wilayah tetangga Utsmaniah baik secara politis maupun militer.
Penaklukan Konstantinopel 
Hari Jumat, 6 April 1453 M, Muhammad II bersama gurunya Syaikh Aaq Syamsudin, beserta tangan kanannya Halil Pasha dan Zaghanos Pasha merencanakan penyerangan ke Konstantinopel dari berbagai penjuru benteng kota tersebut. Dengan berbekal 150.000 ribu pasukan dan meriam -teknologi baru pada saat itu- Muhammad II mengirim surat kepada Paleologus untuk masuk islam atau menyerahkan penguasaan kota secara damai dan membayar upeti atau pilihan terakhir yaitu perang. Constantine menjawab bahwa dia tetap akan mempertahankan kota dengan dibantu Kardinal Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovani Giustiniani dari Genoa.
Kota dengan benteng >10m tersebut memang sulit ditembus, selain di sisi luar benteng pun dilindungi oleh parit 7m. Dari sebelah barat pasukan artileri harus membobol benteng dua lapis, dari arah selatan Laut Marmara pasukan laut Turki harus berhadapan dengan pelaut Genoa pimpinan Giustiniani dan dari arah timur armada laut harus masuk ke selat sempit Golden Horn yang sudah dilindungi dengan rantai besar hingga kapal perang ukuran kecil pun tak bisa lewat.
Berhari-hari hingga berminggu-mingu benteng Byzantium tak bisa jebol, kalaupun runtuh membuat celah maka pasukan Constantine langsung mempertahankan celah tsb dan cepat menutupnya kembali. Usaha lain pun dicoba dengan menggali terowongan di bawah benteng, cukup menimbulkan kepanikan kota, namun juga gagal.
Hingga akhirnya sebuah ide yang terdengar bodoh dilakukan hanya dalam waktu semalam. Salah satu pertahanan yang agak lemah adalah melalui Teluk Golden Horn yang sudah dirantai. Ide tersebut akhirnya dilakukan, yaitu dengan memindahkan kapal-kapal melalui darat untuk menghindari rantai penghalang, hanya dalam semalam dan 70-an kapal bisa memasuki wilayah Teluk Golden Horn (ini adalah ide ”tergila” pada masa itu namun Taktik ini diakui sebagai antara taktik peperangan (warfare strategy) yang terbaik di dunia oleh para sejarawan Barat sendiri)
29 Mei 1453 M, setelah sehari istirahat perang, pasukan Turki Utsmani dibawah komando Sultan Muhammad II kembali menyerang total, diiringi hujan dengan tiga lapis pasukan, irregular di lapis pertama, Anatolian army di lapis kedua dan terakhir pasukan elit Yanisari. Giustiniani sudah menyarankan Constantine untuk mundur atau menyerah tapi Constantine tetap konsisten hingga gugur di peperangan. Kabarnya Constantine melepas baju perang kerajaannya dan bertempur bersama pasukan biasa hingga tak pernah ditemukan jasadnya. Giustiniani sendiri meninggalkan kota dengan pasukan Genoa-nya. Kardinal Isidor sendiri lolos dengan menyamar sebagai budak melalui Galata, dan Pangeran Orkhan gugur di peperangan.
Konstantinopel telah jatuh, penduduk kota berbondong-bondong berkumpul di Hagia Sophia/ Aya Sofia, dan Sultan Muhammad II memberi perlindungan kepada semua penduduk, siapapun, baik Yahudi maupun Kristen karena mereka(penduduk) termasuk non muslim dzimmy (kafir yang harus dilindungi karena membayar jizyah/pajak), muahad (yang terikat perjanjian), dan musta’man(yang dilindungi seperti pedagang antar negara) bukan non muslim harbi (kafir yang harus diperangi). 
Konstantinopel diubah namanya menjadi Islambul (Islam Keseluruhannya). Hagia Sophia pun akhirnya dijadikan masjid dan gereja-gereja lain tetap sebagaimana fungsinya bagi penganutnya.
Toleransi tetap ditegakkan, siapa pun boleh tinggal dan mencari nafkah di kota tersebut. Sultan kemudian membangun kembali kota, membangun sekolah gratis, siapapun boleh belajar, tak ada perbedaan terhadap agama, membangun pasar, membangun perumahan, membangun rumah sakit, bahkan rumah diberikan gratis bagi pendatang di kota itu dan mencari nafkah di sana. Dan kini Hagia Sophia sudah berubah menjadi museum.
KISAH DRACULA (kisah nyata yang dijadikan mitos)
Dracula (Count Dracula) atau nama aslinya Vlad Tsepes III (1431 – 1476 M) lahir di benteng Sighisoara, Transylvania, Rumania pd bln November atau Desember 1431 M sekitar abad pertengahan. Ayahnya bernama Basarab (Vlad II), seorang gubernur militer di Transylvania yg diangkat oleh Raja Honggaria, Sigismund. Ibunya bernama Cneajna, putri dari Moldavian.
Sejarah muncul nama Dracula. Vlad II ayah Dracula dijadikan anggota Orde Naga oleh Sigismund Raja Honggaria. Orde naga ini pada awalnya adalah kelompok persaudaraan dimana tempat berkumpulnya para pendeta utk mengajarkan Taurat, tp di kemudian hari Orde Naga ini menjadi semacam benteng Pasukan Salib untuk melawan Islam yg pada masa itu berada dalam naungan Khilafah Islam Utsmaniyah (Ottoman seperti kata orang Eropa) yg berpusat di Islambul (Istambul) Turki.
Kemanapun Vlad II pergi, ia selalu memakai lencana bergambar naga. Sehingga ia sering dipanggil Vlad Dracul. Dalam bahasa Rumania, Dracul artinya naga. Lalu bagaimana muncul nama dracula? Akhiran “ulea” dalam bahasa Rumania berarti “anak dari”. Maka Vlad III ( Dracula) anak dari Vlad Dracul (Vlad II) dipanggil dgn nama Vlad Draculea (dlm bhs Inggris Draculea dilafalkan mjd Dracula), yg artinya anak dari Vlad Dracul.
Dracula memerintah selama 7 thn dengan dua masa pemerintahan yang kejam, karena sudah membunuh kurang lebih 500.000 ribu muslimin dan hal ini sangat besar ukurannya untuk zaman tersebut. Pada tahun 1476 M, Sultan Muhammad II yang bergelar Al-Fatih (Sang Penakluk) menyerbu Wallachia sampai Bucarest untuk menaklukkan Pasukan Honggaria dan Dracula. Usaha ini berhasil dengan membunuh Dracula di tepi danau Snagov. Kemudian kepala Dracula di bawa ke Konstantinopel.
Penjajahan sejarah tak kalah berbahaya dari bentuk-bentuk penjajahan yang lainnya. Apabila hal ini tak dilawan maka apa yang pernah dikatakan Milan Kundera, “maka tak lama setelah itu bangsa tersebut akan mulai melupakan apa yang terjadi sekarang dan pada masa lampau, akan benar-benar mewujud.”
Peradaban Yang Dibangun Pada Masanya
Selain terkenal sebagai jenderal perang dan berhasil memperluas kekuasaan Utsmani melebihi sultan-sultan lainnya, Muhammad al-Fatih juga dikenal sebagai seorang penyair. Ia memiliki diwan, kumpulan syair yang ia buat sendiri.
Sultan Muhammad juga membangun lebih dari 300 masjid, 57 sekolah, dan 59 tempat pemandian di berbagai wilayah Utsmani. Peninggalannya yang paling terkenal adalah Masjid Sultan Muhammad II dan Jami’ Abu Ayyub al-Anshari
Wafatnya Sang Penakluk
Pada bulan Rabiul Awal tahun 886 H/1481 M, Sultan Muhammad al-Fatih pergi dari Istanbul untuk berjihad, padahal ia sedang dalam kondisi tidak sehat. Di tengah perjalanan sakit yang ia derita kian parah dan semakin berat ia rasakan. Dokter pun didatangkan untuk mengobatinya, namun dokter dan obat tidak lagi bermanfaat bagi sang Sultan, ia pun wafat di tengah pasukannya pada hari Kamis, tanggal 4 Rabiul Awal 886 H/3 Mei 1481 M. Saat itu Sultan Muhammad berusia 52 tahun dan memerintah selama 31 tahun. Ada yang mengatakan wafatnya Sultan Muhammad al-Fatih karena diracuni oleh dokter pribadinya Ya’qub Basya, Allahu a’lam.
Tidak ada keterangan yang bisa dijadikan sandaran kemana Sultan Muhammad II hendak membawa pasukannya. Ada yang mengatakan beliau hendak menuju Itali untuk menaklukkan Roma ada juga yang mengatakan menuju Prancis atau Spanyol.
Sebelum wafat, Muhammad al-Fatih mewasiatkan kepada putra dan penerus tahtanya, Sultan Bayazid II agar senantiasa dekat dengan para ulama, berbuat adil, tidak tertipu dengan harta, dan benar-benar menjaga agama baik untuk pribadi, masyarakat, dan kerajaan.
Semoga Allah membalas jasa-jasamu wahai Sultan Muhammad al-Fatih.... ‎

Sabda Nabi Tentang Konstantinopel dan Tanda Akhir Zaman


Dan di antara tanda-tanda Kiamat adalah penaklukan kota Konstantinopel -sebelum keluarnya Dajjal- di tangan kaum muslimin. Yang dapat difahami dari berbagai hadits bahwa penaklukan ini terjadi setelah peperangan mereka dengan bangsa Romawi pada sebuah peperangan yang sangat besar dan kemenangan kaum muslimin atas mereka. Waktu itu kaum muslimin pergi menuju Konstantinopel, lalu Allah menaklukkannya untuk kaum muslimin tanpa ada peperangan. Senjata mereka hanyalah takbir dan tahlil (ucapan Laa ilaaha illallaah).
Dijelaskan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
سَمِعْتُمْ بِمَدِينَةٍ جَانِبٌ مِنْهَا فِـي الْبَرِّ وَجَانِبٌ مِنْهَا فِي الْبَحْرِ؟ قَالُوا: نَعَمْ يَا رَسُولَ اللهِ. قَالَ: لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَغْزُوَهَا سَبْعُونَ أَلْفًا مِنْ بَنِي إِسْحَاقَ، فَإِذَا جَاءُوهَا نَزَلُوا، فَلَمْ يُقَاتِلُوا بِسِلاَحٍ وَلَمْ يَرْمُوا بِسَهْمٍ، قَالُوا: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ أَحَدُ جَانِبَيْهَا -قَالَ ثَوْرٌ( أَحَدَ رُوَاةِ الْحَدِيْثِ) لاَ أَعْلَمُهُ إِلاَّ قَالَ:- الَّذِي فِي الْبَحْرِ، ثُمَّ يَقُولُوا الثَّانِيَةَ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيَسْقُطُ جَانِبُهَا اْلآخَرُ، ثُمَّ يَقُولُوا: لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، فَيُفَرَّجُ لَهُمْ، فَيَدْخُلُوهَا، فَيَغْنَمُوا، فَبَيْنَمَا هُمْ يَقْتَسِمُونَ الْغَنَائِمَ، إِذْ جَاءَ هُمُ الصَّرِيخُ، فَقَالَ: إِنَّ الدَّجَّالَ قَدْ خَرَجَ، فَيَتْرُكُونَ كُلَّ شَيْءٍ وَيَرْجِعُونَ.
“Pernahkah kalian mendengar satu kota yang satu sisinya ada di daratan sementara satu sisi (lain) ada di lautan?” Mereka menjawab, “Kami pernah mendengarnya, wahai Rasulullah!” Beliau berkata, “Tidak akan tiba hari Kiamat sehingga 70.000 dari keturunan Nabi Ishaq menyerangnya (kota tersebut), ketika mereka (bani Ishaq) mendatanginya, maka mereka turun. Mereka tidak berperang dengan senjata, tidak pula melemparkan satu panah pun, mereka mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,’ maka salah satu sisinya jatuh (ke tangan kaum muslimin) -Tsaur (salah seorang perawi hadits) berkata, “Aku tidak mengetahuinya kecuali beliau berkata, ‘Yang ada di lautan.’” Kemudian mereka mengucapkan untuk kedua kalinya, ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,’ akhirnya salah satu sisi lainnya jatuh (ke tangan kaum muslimin). Lalu mereka mengucapkan untuk ketiga kalinya: ‘Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar,’ lalu diberikan kelapangan kepada mereka. Mereka masuk ke dalamnya dan mendapatkan harta rampasan perang, ketika mereka sedang membagi-bagikan harta rampasan perang, tiba-tiba saja datang orang yang berteriak meminta tolong, dia berkata, “Sesungguhnya Dajjal telah keluar,’ lalu mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali.’” ‎
Ada sesuatu yang musykil dalam ungkapan hadits ini:
...يَغْزُوَهَا سَبْعُونَ أَلْفًا مِنْ بَنِي إِسْحَاقَ.
“… Sehingga 70.000 dari bani Ishaq menyerangnya…”
Sementara bangsa Romawi adalah keturunan Ishaq, karena mereka dari keturunan al-Shis bin Ishaq bin Ibrahim al-Khalil Alaihissallam. Maka bagaimana bisa penaklukan kota Konstantinopel dilakukan oleh mereka?!
Al-Qadhi ‘Iyadh berkata, “Demikianlah semua ungkapan yang ada dalam Shahiih Muslim: ‘Dari bani Ishaq.’”
Kemudian beliau berkata, “Sebagian dari mereka berkata, ‘Yang terkenal lagi terjaga ungkapannya adalah dari bani Isma’il,” inilah makna yang ditunjukkan oleh hadits, karena yang dimaksud sebenarnya adalah orang-orang Arab.” ‎
Sementara itu al-Hafizh Ibnu Katsir berpendapat sesungguhnya hadits ini menunjukkan bahwa bangsa Romawi memeluk Islam di akhir zaman. Barangkali penaklukan kota Konstantinopel dilakukan oleh sebagian dari mereka, sebagaimana diungkapkan oleh hadits terdahulu, ‘Sesungguhnya 70.000 orang dari bani Ishaq memeranginya.’”
Pendapat ini diperkuat dengan kenyataan bahwa mereka dipuji di dalam hadits al-Mustaurid al-Qurasy, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
تَقُومُ السَّاعَةُ وَالرُّومُ أَكْثَرُ النَّاسِ، فَقَالَ لَهُ عَمْرٌو: أَبْصِرْ مَا تَقُولُ. قَالَ: أَقُولُ مَا سَمِعْتُ مِنْ رَسُـولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. قَالَ: لَئِنْ قُلْتَ ذَلِكَ إِنَّ فِيهِمْ لَخِصَالاً أَرْبَعًا إِنَّهُمْ َلأَحْلَمُ النَّاسِ عِنْدَ فِتْنَةٍ، وَأَسْرَعُهُمْ إِفَاقَةً بَعْدَ مُصِيبَةٍ، وَأَوْشَكُهُمْ كَرَّةً بَعْدَ فَرَّةٍ، وَخَيْرُهُمْ لِمِسْكِينٍ وَيَتِيمٍ وَضَعِيفٍ، وَخَامِسَةٌ حَسَنَةٌ جَمِيلَةٌ وَأَمْنَعُهُمْ مِنْ ظُلْمِ الْمُلُوكِ.
‘Kiamat akan tegak sementara bangsa Romawi adalah manusia yang paling banyak,’” lalu ‘Amr berkata (kepada al-Mustaurid), “Jelaskanlah apa yang kau ucapkan itu!” dia berkata, “Aku mengatakan apa yang aku dengar dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.” Dia berkata, “Jika demikian yang engkau ungkapkan, maka sesungguhnya di dalam diri mereka ada empat (keistimewaan): sesungguhnya mereka adalah manusia paling tenang ketika datang fitnah, paling cepat sadar ketika terjadi musibah, paling cepat menyerang setelah mundur, dan sebaik-baiknya (manusia) dalam menghadapi orang miskin, anak yatim dan orang lemah, dan yang kelima adalah sesuatu yang indah lagi elok, yaitu mereka orang yang paling bersemangat mencegah kezhaliman para raja.” ‎
Komentar saya: Di antara dalil yang menunjukkan bahwa orang-orang Romawi di akhir zaman memeluk Islam adalah hadits Abu Hurairah terdahulu tentang peperangan bangsa Romawi. Waktu itu bangsa Romawi berkata kepada kaum muslimin:
خَلُّوا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الَّذِينَ سَبَوْا مِنَّا نُقَاتِلْهُمْ. فَيَقُولُ الْمُسْلِمُونَ: لاَ وَاللهِ لاَ نُخَلِّي بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا.
“Biarkanlah kami membunuh orang-orang yang tertawan dari kalangan kami.” Kemudian kaum muslimin berkata, “Kami tidak akan membiarkan kalian memerangi saudara-saudara kami.” ‎
Bangsa Romawi meminta kepada kaum muslimin agar membiarkan mereka memerangi orang yang telah ditawan dari kalangan mereka karena mereka telah memeluk Islam, lalu kaum muslimin menolaknya dan menjelaskan kepada orang-orang Romawi bahwa orang yang telah masuk Islam dari kalangan mereka adalah saudara-saudara kami, maka kami tidak akan menyerahkannya kepada siapa pun. Kenyataan banyaknya pasukan kaum muslimin dari kalangan orang-orang yang sebelumnya ditawan dari kalangan orang-orang kafir bukanlah hal yang aneh.
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata, “Hal ini ada pada zaman kita sekarang ini, bahkan kebanyakan pasukan Islam di negeri-negeri Syam, dan Mesir adalah para tawanan, kemudian mereka sekarang ini -alhamdulillaah- adalah orang yang menawan orang-orang kafir, dan beberapa kali menawan mereka di zaman kita ini, satu kali saja mereka menawan ada beberapa ribu orang kafir yang ditawan, maka segala puji hanya bagi Allah yang telah memberikan kemenangan dan kejayaan kepada Islam.‎
Pendapat yang mengatakan bahwa yang menaklukkan Konstantinopel adalah orang-orang dari keturunan Ishaq diperkuat oleh kenyataan bahwa pasukan Romawi jumlahnya mencapai jutaan. Sebagian dari mereka tewas dan yang lainnya masuk ke dalam Islam, dan yang masuk Islam dari kalangan mereka bergabung dengan pasukan kaum muslimin untuk menaklukan Kon-stantinopel, wallaahu a’lam.
Penaklukan Konstantinopel tanpa peperangan belum terjadi sampai se-karang. Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwasanya beliau berkata:
فَتْحُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ مَعَ قِيَامِ السَّاعَةِ.
“Penaklukan Konstantinopel terjadi seiring dengan akan terjadinya hari Kiamat.”
Kemudian at-Tirmidzi berkata, “Mahmud -maksudnya adalah Ibnu Ghailan, guru at-Tirmidzi- berkata, ‘Hadits ini gharib. Konstantinopel adalah sebuah kota di Romawi, ditaklukkan ketika Dajjal keluar. Sedangkan Konstantinopel telah ditaklukkan pada zaman Sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.’'‎
Yang benar bahwa Konstantinopel tidak pernah ditaklukkan pada zaman Sahabat, karena Mu’awiyah Radhiyallahu anhu mengirim anaknya, Yazid, ke sana dengan membawa pasukan yang di antara mereka adalah Abu Ayyub al-Anshari, dan penaklukannya belum sempurna. Kemudian daerah tersebut dikepung oleh Maslamah bin ‘Abdil Malik, akan tetapi belum juga bisa ditaklukan, akan tetapi beliau melakukan perdamaian dengan penduduknya untuk mendirikan masjid di sana.”‎
Penaklukan yang dilakukan bangsa Turk terhadap Konstantinopel pun terjadi dengan peperangan. Kemudian negeri tersebut saat ini berada di tangan orang-orang kafir dan akan ditaklukkan kembali dengan penaklukan yang terakhir, sebagaimana dikabarkan oleh orang yang dibenarkan ucapannya Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Ahmad Syakir rahimahullah berkata, “Penaklukan Konstantinopel yang merupakan sebagai kabar gembira dalam hadits ini akan terjadi di kemudian hari, cepat ataupun lambat, hanya Allahlah yang mengetahuinya. Ia adalah penaklukan yang benar (adanya) ketika kaum muslimin kembali kepada agamanya, padahal sebelumnya mereka menolaknya. Adapun penaklukan yang dilakukan bangsa Turk yang terjadi sebelum zaman kita ini, maka hal itu hanya sebagai pembuka bagi penaklukan yang terakhir (paling besar). Kemudian kota ini keluar dari kekuasaan kaum muslimin ketika pemerintahan di sana telah mengumumkan bahwa pemerintahannya bukanlah pemerintahan Islam dan bukan pemerintahan agama. Mereka telah melakukan perjanjian dengan orang-orang kafir, musuh-musuh Islam, dan memberlakukan undang-undang kafir terhadap penduduknya. Penaklukan yang dilakukan oleh kaum muslimin akan kembali dilakukan insya Allah, sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam."‎
Dajjal telah dilepas pada masa Rasulullah SAW, tetapi kita tidak dapat melihat wujudnya saat ini karena Dajjal tidak berada di dalam dimensi dunia, ruang dan waktu kita. Dan pada saat dia (Dajjal)berada dalam dimensi dunia, ruang dan waktu kita, barulah kita dapat melihat wujudnya yang terlahir sebagai seorang Yahudi (JEW).  Dajjal terlihat sebagai seorang anak muda yang berperawakan kekar,dengan rambut ikal yang terjuntai di sisi telinganya, kemudian dia akan menyatakan bahwa dialah sang al-Masih.  Inilah yang dinamakan “khuruj”(penampakan/wujud).  Demikian pula yang terjadi dengan golongan pengikut Dajjal yaitu kaum Ya’juj dan Ma’juj.  Ya’juj dan Ma’juj lah yang menciptakan fasaddi dunia yaitu pengrusakan masal di dunia ini di setiap sisi kehidupan manusia.  Ya’juj dan Ma’juj lah pengikut setia Dajjal yang menciptakan tatanan dunia baru agar supaya manusia menerima kepemimpin Dajjal nantinya sebagai Al-Masih. Ya’juj dan Ma’juj telah mulai dilepas pada masa Rasulullah SAW,tetapi penampakan/perwujudannya baru nanti akan terlihat setelah Nabi Isa a.s membunuh Dajjal. 
Kemudian pada hadist ketiga, meskipun segelintir orang menyatakan bahwa hadist ini dhaif, yaitu dalam HR. Sunan Abu Dawud, “Rasulullah SAW mengatakan bahwa ketiga peristiwa besar yaitu perang besar (Malhama), penaklukan Konstantinopel, dan penampakan Dajjal akan berlangsung selama 7 bulan”.  Sementara penaklukan oleh Sultan Muhammad Al-Fateh terjadi sekitar 500 tahun yang lalu,sedangkan hadist ini menyatakan hanya 7 bulan. Jika penaklukan Konstantinopel pada tahun1453 yang lalu telah sesuai dengan yang dinubuatkan Rasulullah SAW, maka seharusnya 7 bulan setelah penaklukan tersebut Dajjal sudah berwujud manusia pada saat itu.
Kemudian pada hadist keempat, sebuah hadist yang panjang dan tertera di dalam Shahih Muslim, dikutip dari Abu Hurairah; Rasulullah SAW bersabda,”Tidaklah akan tiba waktunya sampai Ruum telah datang di dua tempat yaitu Al-A’maq dan Dabiq, kedatangan mereka akan disambut oleh tentara yang datang dari Madinah, yang terdiri dari orang-orang terbaik yang ada di dunia pada masa itu.  Ketika kedua pasukan ini saling berhadapan, kaum Ruum akan berkata, “janganlah kalian halangi kami untuk bertempur dengan mereka yang telah menangkap wanita-wanita kami dalam perang…. (ini berarti di dalam tentara Ruum terdapat tentara wanita juga).  “Kami akan memerangi mereka , dan kaum muslimin berkata; “tidak, kami tidak akan menyerahkan saudara-saudara kami”.  Kemudian pecahlah perang diantara mereka, di mana sepertiga dari tentara muslim akan melarikan diri, dan AllahSWT tidak akan pernah menerima taubat mereka yang melarikan diri, sepertiga dari tentara muslim ini akan terbunuh dalam peperangan dan mereka inilah yang menjadi syuhada-syuhada terbaik di sisi Allah SWT.  
Dan sepertiga sisanya inilah yang akan memenangkan peperangan, mereka akan menaklukan kaum Ruum dan mereka-mereka inilah yang akan hidup tanpa akan pernah terkena fitnah apapun”.  Lalu mereka-mereka inilah yang akan menaklukan Konstantinopel” (inilah malhama yang akan terjadi sebelum penaklukan Konstantinopel). Dan ketika mereka sedang membagikan hasil pampasan perang, pedang-pedang mereka tersandar di pohon-pohon kurma, syaitanpun berkata;“Al-Masih telah mengambil rumah-rumah kalian dan menawan kelurga kalian sementara kalian masih berada di sini” (tentu saja yang dimaksud syaitan “Al-Masih”di sini adalah Al-Masihud Dajjal).  Meskipun seruan ini palsu, mereka tetap bergegas pulang, sesampainya mereka di Suriah,Dajjal pun muncul. Ketika mereka bersiap untuk berperang, terdengar suara azan dan mereka pun bersiap untuk sholat dan disaat itulah Nabi Isa a.s turun dan bergabung dengan mereka dalam barisan sholat. Ketika melihat Nabi Isa a.s, Dajjal langsung meleleh bak melelehnya garam di air.  Meskipun dalam keadaan meleleh,  Dajjal melarikan diri tapi ketetapan Allah SWT adalah Dajjal mati ditangan Nabi Isa a.s melalui tombaknya yang tampak berdarah.”
 Hadist keempat dari Shahih Muslim memberikan
penjelasan tambahan dengan menyatakan bahwa sebelum kaum muslim dapat menaklukan Konstantinopel, tentara muslim yang dating dari Selatan (Madinah) harus berhadapan terlebih dahulu dengan bangsa Ruum, dan di dalam tentara Ruum ini juga terdapat tentara wanita.
Siapakah kaum Ruum yang dimaksud ? Ketika kita membuka Al Qur’an dalam Surat Ar-Ruum maka kita mendapatkan jawaban bahwa kaum Ruum yang dimaksud di sini adalah Kaum Ruum Kristiani Timur Orthodoks yang berada di Byzantium, dan kekaisaran Byzantium ini dahulu beribukota di Kosntantinopel.  Setelah mereka ditaklukan oleh Kekaisaran Ottoman (Ustmaniyyah), ibu kota mereka pindah ke Moskow, Rusia.  Ketika Al Qur’an mengidentifikasi bahwa kaum Ruum itu adalah Kekaisaran Kristen Timur Orthodoks Byzantium, dan jika kita melihat hadist tentang ini (kaum Ruum)  dan kembali ke sejarah, maka kita akan mengetahui bahwa kaum Ruum yang pertama adalah kaum Ruum Pagan yang menyembah dewa-dewi.  Kerajaan Ruum pagan ini berasal dari Italia dengan ibu kotanya Roma. Inilah awal kaum Ruum.  Dan disaat pemerintahan Kaisar Constantin, yang kemudian memeluk agama Kristiani,  ibu kota Ruum dipindahkan ke sebuah kota didekat Sungai Bosphorus yang dikenal dengan nama Kota Konstantinopel.  Inilah kemudian yang dikenal dengan sebutanKaum Ruum.  
Ketika Al Qur’an diturunkan,kaum Ruum berada di Konstantinopel (Romawi Timur/Byzantium/Kristen Timur Orthodoks) dan sebelum Al Qur’an di turunkan “Ruum” berada di Italia, Romawi Barat Paganisme (sekarang Kristen Katolik dan Kristen Protestan berpusat diRoma).  Setelah penaklukan Konstantinopel tahun 1453 oleh Kekaisaran Ottoman, kaum Ruum pindah ke Moskow, Rusia.  Jadi dengan demikian ada dua kaum Ruum yaitu yang satu berada di Timur beragama Kristen dan yang satu lagi berada di Barat beragama Pagan (menyembah berhala).  Kaum Ruum Pagan yang berada di Barat inipun akhirnya memeluk Kristen yang sekarang kita kenal Kristen Katolik Roma dan Kristen Protestan.  Jadi mana diantara kedua Ruum ini yang dimaksud dalam hadist tersebut ?  Kaum Ruum yang dijelaskan dalam hadist tersebut adalah mereka yang berada diantara tentara muslim yang datang dari Madinah dan Konstantinopel, dan hanya setelah mengalahkan kaum Ruum inilah kita dapat menaklukan Konstantinopel dan terdapat tentara wanita di dalam tentara Ruum ini. Moskow (Rusia) tidak berada dalam posisi diantara Madinah dan Konstantinopel, tentara Rusia tidak akan berada ditengah antara Madinah dan Konstantinopel untuk melindungi Konstantinopel karena Moskow (Rusia), dari zaman kuno dulu sampai sekarang tidak akan pernah bersekutu/bersatu dengan Konstantinopel (Turki).  Oleh karena itu Rusia, sampai akhir zaman pun tidak akan pernah melindungi Konstantinopel.   Lalu siapa yang bersekutu dengan Konstantinopel dan berada di sana untuk melindungi Konstantinopel ?  Yaitu Kaum Ruum Kristen Barat, Kaum Ruum Zionis Anglo Amerika yang bergabung dalam persekutuan militer mereka yangdisebut dengan NATO dan Konstantinopel (Turki) adalah bagian dari NATO.
Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW  telah memberitahu tentang hal ini. 
Rasulullah SAW bersabda, “Kalian akanmengadakan perdamaian dengan bangsa Ruum dalam keadaan aman.  Lalu kalian akan berperang bersama mereka melawan suatu musuh dari belakang mereka (Mujahidin-mujahidin palsu yang mereka danai dan persenjatai). Maka kalian akan selamat dan mendapatkan harta rampasan perang. Kemudian kalian akan ke sebuah padang rumput  yang luas dan berbukit-bukit. Maka berdirilah seorang laki-laki dari kaum Ruum lalu ia mengangkat tanda salib dan berkata,”Salib telah menang,”. Maka marahlah seorang laki-laki dari kaum Muslimin kepadanya,lalu ia mendorongnya dan jatuh (meninggal). Pada waktu itu orang-orang Ruum berkhianat, dan mereka berkumpul untuk memerangi kamu di bawah 80 bendera, dimana tiap-tiap bendera terdapat 12 ribu tentara (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah).  
Inilah tipu muslihat mereka (Kaum Zionis Eropa Barat/Zionis Anglo Amerika), mereka seolah menawarkan perdamaian, namun dari belakang mereka, mereka mengirimkan mujahidin-mujahidin palsu yang mereka danai dan persenjatai yang berperang untuk kepentingan Zionis.
Siapakah Bani Ishchaq??
Salah satu isyarat dari Rasulullah saw tentang akhir zaman adalah penaklukkan Konstantinopel untuk yang terakhir kalinya. Setelah itu, negeri Turki akan kembali kepada kekuasaan umat Islam hingga terbitnya matahari dari barat.
Bila penaklukkan Konstantinopel pada masa sultan Muhammad Al-Fatih di era khilafah Utsmaniyah terjadi lewat peperangan yang dahsyat, dengan mengerahkan pasukan besar yang didukung oleh peralatan perang yang paling modern di zamannya; tidak demikian halnya dengan penaklukkan Konstantinopel di akhir zaman yang kelak terjadi di era imam Al-Mahdi. Penaklukan Konstantinopel pasca al-malhamah al-kubra merupakan kejadian yang di luar kebiasaan manusia. Penaklukan yang unik ini dilakukan oleh 70.000 Bani Ishaq, tanpa menggunakan pedang dan tombak, apalagi senjata-senjata berat. Mereka hanya menggunakan takbir dan tahlil, maka terbukalah benteng Konstantinopel. Di saat tentara Al-Mahdi tengah mengumpulkan ghanimah, tiba tiba terbetik kabar bahwa Dajjal telah muncul.
Rasulullah Saw bersabda, “Apakah kalian pernah mendengar suatu kota yang terletak sebagiannya di darat dan sebagiannya di laut? Mereka (para sahabat) menjawab: Pernah wahai Rasulullah. BeliauSaw bersabda: Tidak terjadi hari kiamat, sehingga ia diserang oleh 70.000 orang dari Bani Ishaq. Ketika mereka telah sampai di sana, maka mereka pun memasukinya. Mereka tidaklah berperang dengan senjata dan tidak melepaskan satu panah pun. Mereka hanya berkata Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuhlah salah satu bagian dari kota itu. Berkata Tsaur (perawi hadits): Saya tidak tahu kecuali hal ini ; hanya dikatakan oleh pasukan yang berada di laut. Kemudian mereka berkata yang kedua kalinya Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka jatuh pula sebagian yang lain (darat). Kemudian mereka berkata lagi Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar, maka terbukalah semua bagian kotaitu. Lalu mereka pun memasukinya. Ketika mereka sedang membagi-bagikan harta rampasan perang, tiba-tiba datanglah seseorang (setan) seraya berteriak : Sesungguhnya dajjal telah keluar. Kemudian mereka meninggalkan segala sesuatu dan kembali.” HR. Muslim, Kitabul Fitan wa Asyratus Sa’ah
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw pernah ditanya, “Kota manakah yang lebih dahulu ditaklukkan, Konstantin atau Roma? Maka beliau Saw menjawab,”Kota Heraklius akan ditaklukkan pertama kali.‎
Siapakah yang dimaksud dengan Bani Ishaq pada riwayat di atas ? Para penulis tentang fitnah akhir zaman berbeda pendapat tentang siapakah yang dimaksud dengan Bani Ishaq. Ada yang menyebutkan bahwa mereka adalah Bangsa Romawi yang masuk Islam di akhir zaman, namun sebagian mengatakan bahwa bani Ishaq adalah keturunan Al Aish bin Ishaq bin Ibrahim as. Pendapat ini dipilih oleh Al Hafidz Ibnu Katsir.‎
Mengenal Lebih Detil Tentang Bani Ishaq
Untuk mengetahui siapakah sebenarnya Bani Ishaq, perlu menelaaah kembali buku-buku sejarah masa silam, terutama tentang perjalanan Nabi Ibrahim. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Katsir, bahwa Bani Ishaq adalah keturunan Al-Aish bin Ishaq bin Ibrahim as. Maka sangat keliru orang yang menyebutkan bahwa bani Ishaq adalah bangsa Rum atau keturunan Yahudi yang masuk Islam. Untuk bangsa Rum Rasulullah Saw menyebut mereka sebagai bani Ashfar, sebagian mereka ada yang masuk Islam di zaman Al-Mahdi, sehingga membuat kawan-kawan yang setanah air dengan mereka menjadi marah dan menginginkan agar kaum muslimin menyerahkan mereka kembali. Namun kaum muslimin tidak menyerahkan sebagian Bani Asfar yang masuk Islam itu kepada bangsa Rum. Bani Ishaq juga bukan keturunan Israel. Sebab Bani Israel kemunculannya adalah setelah nabi Ishaq.
Bani Ishaq yang disebutkan Rasulullah Saw sebagai pembebas Konstantin adalah keturunan Ish bin Ishaq bin Ibrahim. Sedangkan Bani Israel adalah keturunan Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Mereka adalah sisa-sisa pasukan Islam dari Madinah yang menang dalam pertempuran terdahsyat melawan Bangsa Rum dalam Malhamah Kubra. Mereka inilah yang dikatakan oleh Rasulullah Saw sebagai pasukan “tidak akan terkena fitnah selamanya atau tidak akan tersesat selamanya”. Maka, sangat keliru jika Bani Ishaq adalah mereka bangsa Eropa yang masuk Islam lalu bergabung dengan pasukan Al-Mahdi.
Kemungkinan yang paling logis adalah keturunan Ish ini kemudian menyebar di wilayah Khurasan (Afghanistan, Pakistan, Kashmir, Iraq dan Iran). Mereka adalah kaum muslimin yang ketika berita Al-Mahdi telah datang segera menyambutnya dan memberikan pertolongan kepadanya. Mereka adalah pasukan berbendera hitam (ashhabu rayati Suud) yang membai’at Al-Mahdi dan menjadi pengikutnya. Sebelum terjadinya penaklukan Konstantin, mereka adalah umat Islam yang selalu menyertai Al-Mahdi dalam semua penaklukannya, termasuk dalam penaklukan Jazirah Arab.
Pengikut Al-Mahdi bukan hanya dari ashhabu rayati suud, banyak umat Islam lain yang turut bergabung pada awal kemunculannya. Namun seiring perjalanan waktu, sebagian mereka ada yang tidak sanggup bertahan menjalani kehidupan bersama Al-Mahdi, karena beratnya beban jihad yang harus dipikul. Puncak pengkristalan pasukan Al-Mahdi adalah dalam peristiwa perang Malhamah Kubra di A’maq dan Dabiq, dimana 1/3 pasukan Al-Mahdi murtad dan mundur dari peperangan, 1/3 pasukan mendapatkan syahadah, dan sisanya adalah 1/3 pasukan. Sisa pasukan itulah yang terus bertahan bersama Al-Mahdi dalam pertempuran berikutnya. Jumlah 1/3 pasukan itulah yang disebutkan oleh Rasulullah Saw sebagai manusia terbaik yang hidup di dunia. Mereka datang dari kota Madinah. Namun, mereka bukan penduduk Madinah asli, mereka adalah umat Islam yang datang dari arah Timur (Khurasan). Dalam penaklukan Jazirah Arab, mereka terus-menerus mendapatkan kemenangan, hingga akhirnya selama beberapa waktu mereka tinggal di Madinah.
Jadi Bani Ishaq adalah penduduk Madinah / penduduk Hijaz yang setia menemani Al-Mahdi sejak mereka memba’iatnya. Mereka adalah pemilik bendera hitam yang datang dari Khurasan untuk mengukuhkan kekuasaan Al-Mahdi dan membebaskan Jazirah Arab lalu menetap di dalamnya selama beberapa masa. Mereka inilah yang kelak menaklukkan negri Konstantinopel dengan 70.000 pasukan.
Ada beberapa nash yang mengisyaratkan hal itu, dimana penduduk Khurasan (Persia) kelak akan menggantikan orang-orang Madinah asli. Mereka akan menggapai apa yang dijanjikan oleh Rasulullah Saw kepada mereka. Bukankah beliau pernah bersabda: ‘Seandainya ilmu (agama) itu berada di bintang Tsuraya, niscaya akan menggapainya orang-orang dari keturunan Persia.”
Prediksi bahwa penduduk Arab akan digantikan oleh bangsa lain telah disebutkan oleh Rasulullah Saw dalam beberapa riwayat, di antaranya sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Tirmidzi dalam Al Miskat:
Ketika turun ayat 38 surah Muhammad, “Jika kamu berpaling (dari agama), niscaya Dia (Allah) akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu”, maka sebagian sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, jika kita berpaling, siapakah yang akan menggantikan tempat (kedudukan) kita?” Nabi meletakkan tangannya yang penuh berkah ke atas bahu Salman al-Farisi dan bersabda, “Dia dan kaumnya (yang akan menggantikan kamu). Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, jika agama ini bertaburan di ‘Tsurayya’, maka sebagian dari orang Persia akan mencarinya dan memegangnya.”
Dalam riwayat di atas, para sahabat khawatir setelah turunnya surah Muhammad ayat 38. Mereka khawatir bila diganti oleh kaum lain. Sehingga, para sahabat bertanya pada Rasululllah “Bila kami diganti kaum lain, siapakah mereka, ya Rasulullah?” Maka, Rasulullah menjawab, “Sebagian kaum Persia.” Nash di atas menunjukkan bahwa yang akan menggantikan bangsa Arab adalah sebagian penduduk Persia, bukan seluruh Persia. Bisa jadi Persia Iran, atau Persia Afghan atau Persia Pakistan atau Persia Kashmir. Wallahu ‘alam
Merekalah yang akan menggantikan kedudukan orang Arab di Jazirah, sampai akhirnya mereka menjadi penduduk terbaik di bumi yang berasal dari Madinah. Melalui tangan mereka Rum dikalahkan dan Konstantin ditaklukkan.
Bilakah peristiwa itu Terjadi ?
Besar kemungkinan peristiwa tersebut terjadi pada zaman Al-Mahdi, dimana kemunculan Al-Mahdi adalah saat manusia berselisih dan bertikai, kondisi umat Islam secara umum dalam puncak kehinaan dan terus didzalimi. Sementara penduduk Arab justru terbuai dengan dunia karena kemewahan hidup dan melimpahnya kekayaan mereka. Agama sudah banyak ditinggalkan dan perwalian mereka sudah digadaikan kepada bangsa barat.
Akibatnya, Allah mengganti mereka dengan kaum lain yang tidak seperti mereka. Berdasarkan hadits tersebut, maka orang-orang keturunan Arab di Jazirah akan digantikan kedudukannya oleh sebagian orang Persia (kemungkinan adalah sebagian penduduk Khurasan dari wilayah Afghanistan,Pakistan, Kashmir dan Iraq). Hal ini akan terjadi pada zamannya Al-Mahdi. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Ashabu Rayati Suud, Rasulullah Saw bersabda, “Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putra khalifah. Tetapi, tak seorangpun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah Timur, lantas mereka memerangi kamu (orang Arab) dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu. Maka jika kamu melihatnya, berbaiatlah walaupun dengan merangkak di atas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.” (HR. HR. Ibnu Majah: Kitabul Fitan Bab Khurujil Mahdi no. 4074)
Jadi, bani Ishaq adalah orang Persia (Khurasan). Imam Nawawi dalam syarahnya tentang 70 ribu bani Ishaq berpendapat bahwa, “Penduduk (Farisi) Persiaadalah orang-orang yang dimaksud dengan keturunan Ishaq”. Al-Mas’udi dalam kitabnya yang berjudul Muruj adz-Dzahab berpendapat, “Orang-orang yang mengerti tentang jalur-jalur nasab orang Arab dan para hukama menetapkan bahwa asal-usul orang Persia adalah dan keturunan Ishaq putra Nabi Ibrahim.